Ganjar-Mahfud Mampu Saling Melengkapi, Prabowo Masih Tersandera Jokowi?

Jumat, 20 Oktober 2023 – 21:46 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Exposit Strategic Arif Susanto menilai dukungan bagi Ganjar Pranowo - Mahfud MD meningkat setelah pasangan bakal capres - bakal cawapres itu mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Arif, peningkatan dukungan itu menunjukkan Ganjar-Mahfud merupakan figur yang saling melengkapi dan mampu memanfaatkan momentum.

BACA JUGA: PDIP Berani Berseberangan dengan Jokowi, PKB Jadi Galau Lanjutkan Koalisi Perubahan?

Berbicara pada diskusi bertema ‘Pendaftaran Capres Dibuka, Perlombaan Pilpres Dimulai : Ke Mana Arah Politik Jokowi?’ yang diselenggarakan PARA Syndicate di Jakarta, Jumat (20/10/2023), Arif menjelaskan Ganjar mampu menyuarakan gagasannya soal kedaulatan pangan.

Adapun Mahfud berbicara soal penegakan hukum. "Ganjar-Mahfud bergerak lebih maju di antara (pasangan) koalisi yang lain," ujar Arif.

BACA JUGA: Pilih Ganjar-Mahfud yang Teruji, Ahok Ogah Dukung Gibran bin Jokowi

Pembicara lain dalam diskusi itu ialah Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo, Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, dan peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus.

Lebih lanjut Arif mengatakan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar juga sudah mendaftar ke KPU. Memang duet yang dikenal dengan sebutan AMIN itu dianggap sebagai perpaduan kekuatan nasionalis dan religius.

BACA JUGA: Ganjar & Mahfud Buka Semuanya, termasuk soal Dukungan Jokowi

Namun, Arif menyebut AMIN kurang bisa saling melengkapi karena pasangan itu hanya mewakili kepentingan elite partai pendukungnya.

“Jadi, pendaftaran kemarin tidak mampu mendongkrak (elektabilitas, red),” tuturnya.

Selain itu, Arif juga mencermati Prabowo Subianto yang hingga saat ini belum mendaftar sebagai capres ke KPU.

Menurut Arif, ketua umum Partai Gerindra itu harus mempertahankan koalisi parpol pendukungnya. Ada pula faktor lain yang menghambat Prabowo menentukan cawapres, yakni pengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Prabowo sekarang galau terombang-ambing mempertahankan partai anggota koalisi dan ingin mendapatkan dukungan Jokowi," ucap Arif.

Ari Nurcahyo memiliki pandangan senada. Menurut dia, kubu Prabowo masih bingung dalam menentukan bakal cawapres.

Pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan kepala daerah berusia di bawah 40 tahun menjadi capres/cawapres, nama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mencuat sebagai salah satu calon pendamping Prabowo di Pilpres 2024.

Namun, publik ternyata bereaksi negatif terhadap wacana soal putra sulung Presiden Jokowi itu menjadi cawapres pendamping Prabowo.

"Awalnya (Gerindra) memberi karpet merah kepada Gibran, tetapi setelah ada putusan dari MK, tidak segera dicawapreskan. Ada penolakan keras. Kubu Prabowo berpikir ulang," tuturnya.(jpnn.com)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Umur Prabowo 72 Tahun, Yusril Minta MK Tolak Permohonan Pembatasan Usia Maksimal Capres


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler