Ganjar Pakai Metode Khusus Penanganan Covid-19, Minta Data Pasien Diabetes dan Hipertensi

Jumat, 17 Juli 2020 – 18:41 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan WHO yang menyebut pemeriksaan covid-19 di Jawa Tengah rendah.

Menurut Ganjar, metode yang digunakan terkait pemeriksaan memang berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

BACA JUGA: Ganjar dan Gibran Makan Siang Bareng, Pulangnya Diberi Hadiah Khusus

Ditemui usai rapat dengan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito di Kantor Wali Kota Magelang, Kamis (16/7) Ganjar mengatakan tidak semua orang di Jateng diperiksa.

Metode yang digunakan adalah sampling, dari hasil tracing kontak dekat dan erat positif covid-19.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Massa Lempari Polisi dengan Botol Plastik, Jokowi Utus 1 Menko dan 5 Menteri, Klaster KTI

"Model yang kami lakukan beda, tidak orang lewat terus dites, ada kerumunan dites. Tidak seperti itu," tegasnya.

Menurut Ganjar pemeriksaan dilakukan dari pasien positif covid-19. Kemudian dilanjutkan dengan tracing dan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dilihat dari hasil tracing.

BACA JUGA: Anggota Dewan PDP Covid-19 Meninggal Dunia, Ganjar Minta Semua Pegawai Periksa Kesehatan

"Termasuk kelompok-kelompok rentan seperti lansia dan sebagainya. Itu yang jadi target kami," tegasnya.

Selain itu, Ganjar juga menargetkan orang dengan penyakit bawaan berat seperti hipertensi dan diabetes untuk diperiksa.

Sebab dari hasil penelitian, kebanyakan pasien positif covid-19 di Jateng yang meninggal dunia dikarenakan memiliki penyakit lain, dan yang tertinggi adalah hipertensi dan diabetes.

"Maka sedang saya minta data dari BPJS, berapa jumlah warga Jateng yang memiliki penyakit itu. Mereka akan kami tes dan lakukan treatmen khusus," tegasnya.

Ganjar juga telah memerintakan semua daerah yang mengalami kenaikan untuk gencar melakukan tes massal.

Tidak hanya rapid tes, Ganjar mendorong agar pemeriksaan dilakukan dengan PCR tes.

"Kalau target pemeriksaan di Jateng sebenarnya sudah terpenuhi. Bahkan di beberapa tempat justru sudah melampaui target. Kota Semarang misalnya, itu jumlah pemeriksaannya sudah melebihi target," terangnya.

Disinggung soal zona hijau, Ganjar mengatakan belum ada daerah yang masuk zona hijau di Jateng. Karena, belum ada daerah yang nol kasus covid-19 di Jateng.

"Namun beberapa daerah seperti Kota Magelang ini atau beberapa daerah lain sudah melandai. Namun, saya tetap minta hati-hati dan menjaga betul kondisi itu," pungkasnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler