Ganjar Perintahkan Bupati dan Wali Kota Turun Tangan Bantu Korban Banjir Rob

Kamis, 04 Juni 2020 – 13:52 WIB
Ilustrasi banjir yang menggenangi daerah di Pemalang, Jawa Tengah. Foto: Antara/Katriana

jpnn.com, SEMARANG - Bencana banjir rob melanda sejumlah daerah di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Ratusan rumah tergenang limpahan air laut, mulai Brebes, Tegal, Pekalongan hingga Demak.

Karena itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua bupati/wali kota yang terdampak untuk segera bertindak.

BACA JUGA: Ganjar Masih Menunggu Keputusan Resmi dari Mas Menteri Nadiem

Penyelamatan jiwa manusia dan melakukan tindakan darurat menjadi fokus utama.

"Saya minta semua bupati/wali kota yang daerahnya terkena rob untuk turun semuanya. Kami dari Provinsi juga akan membantu. Kita butuh kerja sama untuk menyelamatkan orangnya, sambil melakukan tindakan-tindakan darurat," kata Ganjar ditemui di kantornya, Kamis (4/6/2020).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: KPK Menyoroti Anies Baswedan, Ridwan Kamil Sedih, Rupiah Kalahkan Dolar AS

Ganjar mengatakan, rob melanda beberapa daerah di Pantura Jateng dikarenakan cuaca yang buruk. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, bahwa saat ini masuk musim pancaroba sehingga gelombang laut cukup tinggi.

"Gelombangnya sekarang tinggi, sehingga air laut masuk ke darat. Ini karena masuk musim pancaroba," terangnya.

BACA JUGA: Badung dan Denpasar Dilanda Banjir-Longsor, 7 Warga Sempat Terjebak

Tindakan darurat, lanjut Ganjar, terus disebut saat ini. Meskipun sebenarnya, rencana penanggulangan sistematis rob kawasan pesisir Pantura Jateng sudah dilaksanakan.

"Misalnya di daerah Pekalongan itu, kan dibuat tanggul raksasa yang dulu rencananya selesai dalam satu tahun anggaran. Kalau tidak salah anggarannya Rp90 miliar. Tetapi karena COVID-19, Kementerian melakukan refocusing anggaran dan saat ini proyek itu dilaksanakan dengan mekanisme multiyears,” terangnya.

Pihaknya, lanjut Ganjar, juga sudah menggelar rapat tentang rencana kelanjutan proyek itu. Dinas terkait diminta segera bertemu dengan BBWS untuk tindak lanjut proyek itu.

"Karena BBWS yang punya proyek itu, kami hanya supporting saja. Saya harap proyek segera dilanjutkan kembali," imbuhnya.

Untuk itu, tindakan darurat adalah cara yang bisa dilakukan saat ini. Masyarakat yang terdampak harus benar-benar diselamatkan dan diamankan.

"Kami sudah kirim bantuan, bahkan bupati/wali kota sudah mengusulkan untuk mengeluarkan stok bantuan yang ada dan saya izinkan," tegasnya.

Akibat bencana itu, Ganjar mengatakan ada sejumlah masyarakat yang mengungsi. Dia menegaskan bahwa sudah mengirimkan bantuan kepada para pengungsi itu.

"Saya juga meminta agar penerapan protokol kesehatan melekat dalam penanganan para pengungsi. Semua yang mengungsi harus diatur, saya sudah sampaikan khususnya pada Kepala BPBD wilayah-wilayah itu," tutupnya.

Dari rilis BMKG, gelombang tinggi memang menghantam beberapa daerah di Pantura Jawa. Gelombang tinggi diprediksi akan terjadi hingga 6 Juni nanti.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler