Ganjar Pranowo Diundang Khusus di Pembukaan PON XX Papua

Selasa, 28 September 2021 – 14:54 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Rektor Universitas Cendrawasih Papua, Apolo Safanpo. foto: ig @ganjarpranowo

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kedatangan Rektor Universitas Cendrawasih Papua, Apolo Safanpo, Senin kemarin.

Pada kesempatan itu Apolo memberikan sepasang batik bermotif burung Cendrawasih kepada Ganjar.

BACA JUGA: Atlet Jateng Bawa Medali Emas di PON XX Papua, Pak Ganjar Semringah

Apolo menyebut kedatangannya sekaligus meminta Ganjar hadir di pembukaan PON XX Papua  pada 2 Oktober mendatang.

“Pertama, pada saat ini Provinsi Papua sedang menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XX tahun 2021 sehingga kami mengundang beliau untuk bisa hadir pada saat pembukaan PON 2 Oktober yang akan datang,” kata Apolo di rumah dinas Gubernur Jateng,.

BACA JUGA: Genjot Pariwisata Sekitar Kawasan Borobudur, Pak Ganjar Minta Vaksinasi Dikebut

Dalam pertemuan, Apolo mengaku berdiskusi banyak hal dengan Ganjar terkait dengan pendidikan serta kondisi perkuliahan di Uncen selama pandemi.

Di kesempatan itu, Apolo mengaku secara khusus untuk meminta Ganjar agar datang ke Papua dan menyempatkan diri memberikan kuliah umum pada mahasiswanya.

BACA JUGA: Ganjar Promosikan Festival Kopi Magelang, Catat Tanggal Penyelenggaraannya

“Sekaligus meminta beliau, apabila beliau punya waktu yang sangat cukup selama di Jayapura bisa berikan kuliah umum di Universitas Cendrawasih,” kata Apolo.

Saat berpamitan, Apolo memberikan sepasang batik bermotif Burung Cendrawasih. Apolo berharap, batik tersebut akan dibawa dan dikenakan Ganjar saat hadir di pembukaan PON PON XX Papua pada 2 Oktober mendatang.

“Kami memberikan batik papua untuk beliau. Apabila nanti beliau berkenan hadir di pembukaan PON XX di Papua, ataupun di kampus universitas cendrawasih supaya bisa menggunakan batik papua,” kata Apolo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasi kepada Rektor Uncen yang secara khusus mengundangnya hadir ke Papua. Ganjar pun membalas pemberian cinderamata dengan memberikan kain batik lurik asli Kabupaten Klaten.

“Saya punya (kain batik) lurik dari Klaten. Jadi mereka didesain lebih modern. Nanti kalau dibikin baju, ini luriknya kalau yang dipakai baju adat itu kan masih kasar, sekarang sudah bisa tenun jadi jauh lebih bagus. Ini buat pak Rektor bisa jahit sendiri,” ucap Ganjar. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler