Gara-gara Gebukin Rihanna, Artis Ini Terancam Dicekal Australia

Kamis, 24 September 2015 – 14:32 WIB
Chris Brown. Foto: AFP

jpnn.com - SYDNEY - Penyanyi multitalenta Chris Brown terancam batal menggelar serangkaian konser di Australia. Pemerintah Negeri Kangguru kemungkinan besar tidak akan mengeluarkan visa bagi pria asal Amerika Serikat itu karena catatan kriminalnya.

Brown, 26, diketahui pernah dipidana karena melakukan kekerasan terhadap kekasihnya Rihanna pada tahun 2009 lalu. Tak ayal rencana kedatangan Brown pada bulan Desember nanti menimbulkan protes dari aktivis perempuan Australia yang mendesak pemerintah untuk tidak memberi izin masuk.

BACA JUGA: Lihat, Ariel dan Sophia Latjuba Panjatkan Doa di Makam Bang Buyung

Sialnya bagi Brown, Australia di bawah Perdana Menteri anyar Malcom Turnbull sedang getol-getolnya memberantas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menteri Urusan Wanita Australia Michaela Cash mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan secara serius mengikuti keinginan para aktivis.

"Saya bisa pastikan bahwa hal ini adalah sesuatu yang menjadi perhatian Menteri Imigrasi," kata Michaela seperti dilansir dari AFP, Kamis (24/9).

BACA JUGA: Artis Cantik Ini Tinggalkan Dunia Hiburan Sementara Karena Ini ...

Menurut Michaela, pemerintah Australia tidak pernah segan-segan bertindak tegas ke pelaku KDRT. Dia klaim sebelumnya pernah membatalkan visa seorang bintang tinju dunia (diduga Floyd Mayweather) yang memiliki sejarah panjang KDRT.

Dikatakannya, langkah tersebut merupakan peringatan bagi para pelaku KDRT diseluruh dunia bahwa ada negara yang tidak punya toleransi sama sekali terhadap perbuatan mereka. "Kami katakan tidak! Kami tidakan memberi kamu visa, kamu bukan tipe orang yang kami mau di Australia," ucapnya.

BACA JUGA: Mantan Vokalis Dewa 19 Ketagihan Lagu Tulus

Brown juga terancam tidak bisa masuk ke negara tetangga Australia, Selandia Baru karena alasan yang sama. Pasalnya, hukum di negara kepulauan itu mewajibkan pelaku KDRT untuk mengurus visa khusus.

Seorang anggota legislatif Selandia Baru, Judith Collins sempat menyampaikan ketidak sukaaannya akan rencana kedatangan pemenang Grammy Award 2012 itu. "Kita sudah punya cukup banyak tukang pukul istri di negara ini, dia lebih baik pergi saja," ujarnya pekan lalu.

KDRT memang menjadi isu yang sangat hangat diperdebatkan di Australia. Pasalnya, tercatat rata-rata hampir dua orang perempuan meninggal dunia setiap minggu akibatnya.

PM Turnbull, yang baru duduk di kursi kekuasaan pekan lalu, tidak menunggu lama untuk menanggapi isu ini. Dia langsung menggelontorkan anggaran AUSD 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk program-program pencegahan dan penindakan KDRT.

"Kekerasan terhadap wanita adalah salah satu aib besar Australia, aib nasional. Sebuah pergeseran budaya besar diperlukan untuk mengalahkannya," kata Turnbull beberapa waktu lalu. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Setelah 5 Tahun Menikah, Konkona Akhiri Hubungan dengan Aktor Hollywood Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler