Gawat! Hubungan Korut-Korsel Memanas Gara-gara Meninggalnya Orang Ini

Kamis, 31 Desember 2015 – 07:54 WIB
Kim Yang-gon (kiri). Foto AP/Jawa Pos

SEOUL - Hubungan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) diperkirakan memanas. Itu setelah Korut kehilangan salah seorang ajudan tertinggi. Kemarin (30/12) Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan meninggalnya Kim Yang-gon dalam sebuah kecelakaan. Politikus 73 tahun itu merupakan orang kepercayaan Kim Jong-un dalam hubungan Korut dan Korea Selatan (Korsel).

"Sekretaris Partai Pekerja Korut Kim Yang-gon meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas pada Selasa (29/12) pukul 06.15 waktu setempat," terang KCNA (Korean Central News Agency) dalam pernyataan resmi kemarin. Sayang, tidak ada keterangan lebih terperinci tentang kecelakaan maut tersebut. KCNA hanya menyebutkan bahwa Kim merupakan ajudan tertinggi yang paling dipercaya Jong-un.

"Kematian beliau merupakan kehilangan besar bagi partai dan seluruh rakyat Korut," lanjut KCNAtentang Kim. Rencananya politikus senior yang oleh Pyongyang dilabeli sebagai ajudan paling setia dan taat itu dimakamkan hari ini (31/12). Jong-un sendirilah yang akan memimpin upacara pemakaman kenegaraan untuk salah satu orang terdekatnya tersebut. 

KCNA sama sekali tidak membahas kecelakaan yang merenggut nyawa Kim Selasa pagi lalu. Namun, sejumlah pengamat politik Korsel curiga, ada unsur kesengajaan di balik insiden tersebut. Apalagi, belakangan Kim menjadi salah seorang politikus paling disegani di Korut. Terutama sejak terlibat dalam pertemuan dua Korea pada Agustus lalu. Dia juga aktif dalam dialog tentang rekonsiliasi.

"(Kematian Kim) ini akan membawa dampak buruk bagi hubungan intra-Korea," ujar Yang Moo-jin, pengamat politik sekaligus dosen di University of North Korean Studies di Kota Seoul. Tanpa Kim, lanjut dia, dialog dan upaya rekonsiliasi dua Korea akan terbengkalai. Sebab, peran Kim dalam hubungan intra-Korea tidak akan bisa digantikan pejabat Korut yang lain. 

"Sebagai pejabat Korut, Kim sangat aktif. Dia sering memaparkan ide tentang kebijakan-kebijakan yang mendukung rekonsiliasi. Dia juga berani memberikan masukan kepada pemimpin Korut dalam hal rekonsiliasi," lanjut Yang. Di mata pengamat politik yang lain, Kim Yong-hyun dari Dongguk University, Kim adalah sosok yang moderat. Dengan demikian, dia bisa menjadi jembatan bagi dua Korea.

Yong-hyun curiga para politikus Korut yang tidak suka kepada Kim sengaja "merancang" kecelakaan maut tersebut. "Kim bukan satu-satunya politikus Korut yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat karirnya sedang bagus," tegasnya. Pada 2003 Kim Yong-sun yang juga mengurusi rekonsiliasi dua Korea mati dalam kecelakaan lalu lintas. Dialah salah seorang penggagas KTT Utara-Selatan pada 2000.

Pada 2010 Ri Je-Gang juga tewas dalam kecelakaan mobil. Saat itu dia dirumorkan terlibat dalam perselisihan politik dengan mendiang Jang Song-thaek, saudara ipar mendiang Kim Jong-il. Sebelumnya, pada 2006, Jang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Namun, dia selamat. Dia dieksekusi mati oleh Jong-un pada 2013 karena dianggap membahayakan keutuhan bangsa. 

Bersamaan dengan itu, Korut mengumumkan kembalinya dua politikus senior ke posisi mereka semula. Mereka adalah Choe Ryong-hae dan Won Dong-yon. Choe adalah salah seorang ajudan tepercaya Jong-un yang sempat ditendang dari inner circle Pyongyang. Saat itu dia diasingkan ke sebuah peternakan. Jong-un menyebut pengasingan itu sebagai reedukasi.(AFP/Reuters/CNN/hep/c10/ami/pda) 

BACA JUGA: PANAS! Roket Iran Jatuh di Dekat Kapal Induk Amerika

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tragis! Gara-Gara Mesin Penjual Kondom, Pria Ini Tewas Mengenaskan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler