jpnn.com - SEOUL - Korea Utara yang kerap menuai kritikan dari dunia belakangan ini menolak untuk mengikuti sidang dewan HAM PBB.
Menteri Luar Negeri Ri Su-yong menuding kritikan Dewan Keamanan dianggap "politisasi, selektivitas dan standar ganda" dan "mengasingkan" Korea Utara. Sehingga Korut tidak akan pernah terikat dengan setiap revolusi yang disahkan dewan HAM PBB tersebut.
BACA JUGA: Wow, Dua Astronot Amerika Ini Habiskan 240 Hari di Luar Angkasa
Dalam pernyataannya kepada Dewan, Ri Su-yong juga menuduh AS dan negara-negara lainnya membayar "apa yang disebut pembelot Korea Utara" untuk memberi kesaksian.
Ia mengatakan Korea Utara "tidak akan pernah terikat" dengan setiap resolusi yang disahkan Dewan HAM PBB.
BACA JUGA: Aih Lucunya, Anjing Imut Ini Pakai Kawat Gigi
Dewan PBB telah berulang kali mengkritik Korea Utara atas perlakuan terhadap warganya. Langkah ini kemungkinan akan lebih mengucilkan Korea Utara, yang akan menghadapi sanksi-sanksi baru.
Sebuah laporan PBB pada tahun 2014 menuduh Korut melakukan 'pelanggaran sistematis yang meluas dan pelanggaran HAM berat,' diantaranya penghilangan, kerja paksa, penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan bayi.(ray/jpnn)
BACA JUGA: BUSET! Pendapatan Pengemis Ini Lebih Gede dari Gaji Jokowi!
BACA ARTIKEL LAINNYA... HEBOH! Pendapatan Pengemis Ini Rp 2,2 Miliar Setahun
Redaktur : Tim Redaksi