Gelar Konser, Tandai Kebangkitan Kolintang di Indonesia

Minggu, 25 Agustus 2013 – 03:45 WIB

jpnn.com - JAKARTA-- Konser Kolintang Inspirasi Indonesia yang dimulai sekira pukul 19.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8), yang diselenggarakan oleh Sanggar Bapontar Jakarta, menampilkan untuk pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, satu set alat kolintang, alat musik tradisional Minahasa yang terdiri dari 25 asamble kolintang, yakni Kolintang Instrumrn Concerto Style.

"Konser ini kami persembahkan khusus untuk kemerdekaan ke68 RI, juga untuk tanda kebangkitan kolintang yang diharapkan terus menginspirasi Indonesia," beber Beby Sumanti, pemimpin sanggar yang fokus dalam pengembangan seni dan budaya Minahasa ini, di sela-sela konser.

BACA JUGA: Kemen PAN-RB Akui Banyak Calo PNS Berasal Dari Internal

Ia mengatakan, 25 ansambel kolintang tersebut merupakan buatan dari salah satu putra Minahasa, yakni Alm Evert Van Lesar. Dan hanya satu-satunya di duni dan juga masuk Museum Rekor Indonesia (Muri).

"Yang kita tahu biasanya satu set kolintang hanya terdiri dari 10 alat. Tapi berkat kerja keras dari Alm Evert Van Lesar, saat ini kolintang sudah dikembangkan menjadi 25 assemble kolintang. Ini juga sudah masuk dalam Muri, Inovator Kolintang sebagai alat musik Ansambel 25 alat," ungkapnya.

BACA JUGA: Hayono Akan Penuhi Undangan Konvensi

Lebih jauh, Yessy Wenas, budayawan Minahasa mengungkapkan, 25 ansambel kolintang yang ditampilan ini mengikuti susunan alat okestra Eropa. Dimana seluruh peraalatan okestra diperankan oleh kolintang. "25 ansambel kolintang ini memberikan peran setiap alat musik dalam okestra barat. Inilah pengertian dari kolintang okestra," jelasnya.

Senada dengannya, Maz Lesar, budayawan dan juga pembuat 25 ansambel kolintang ini mengungkapkan, alat kolintang ini secara teknisi bisa dikembangkan sampai menjadi 120 alat. "Dimana alat kolintang ini hanya dibuat dari satu bahan pohon cempaka yang sudah berumur lebih dari 20 tahun," katanya.

BACA JUGA: Minta Pemda Percepat Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) mengatakan, kolintang bukan hanya milik dari suku Minahasa, tapi juga milik nasional. "Jika kita terus bersama menggali kekayan kita, baik dari Sulut dann seluruh pelosok budaya Nusantara, saya yakin kejayaan Indonesia, salah satunya akan dilihat dari budaya," katanya.(ian)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dino Sudah Siapkan Slogan Capres


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler