Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon Bakal Dicabut?

Selasa, 03 April 2018 – 08:06 WIB
Penglingsir Puri Agung Singaraja saat menganugerahkan gelar Sri Paduka Raja kepada Fadli Zon (Foto: twitter fadli zon)

jpnn.com, SINGARAJA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menerima gelar adat Sri Paduka Raja dari Puri Agung Singaraja.

Namun, pemberian gelar adat kepada wakil ketua umum Partai Gerindra tersebut menuai polemik, terutama di Bali.

BACA JUGA: Sri Paduka Raja Fadli Zon Jadi Cibiran Netizen

Nah, gelar kehormatan Sri Paduka Raja yang disandang Fadli Zon dari Puri Singaraja melalui penglingsir Puri Singaraja AA Ugracena itu tampaknya, tidak akan berumur panjang.

Keluarga besar Puri Agung Singaraja mempertimbangkan mencabut gelar kehormatan tersebut untuk Fadli Zon.

BACA JUGA: Prabowo Diancam Harimau, Fadli: Kami Dengar Suruhan Lawan

Rencana mencabut gelar tersebut termaktub dari surat terbuka yang dikirim keluarga besar Puri Singaraja, Senin (2/4) siang.

PURI AGUNG SINGARAJA – BULELENG - BALI

BACA JUGA: Anwar Usman Pimpin MK, Ini Respons Fadli Zon

Desa Adat Pakraman Buleleng – Singaraja

Om Swastyastu,

PERNYATAAN SIKAP TENTANG PEMBERIAN GELAR RAJA KEPADA FADLI ZON

Dengan ini kami keluarga Puri Agung Singaraja Buleleng menyatakan, Setelah menyimak, mengikuti perkembangan dan mempertimbangkan kegaduhan yang telah menjadi viral di media social oleh para netizen, bahwa penganugerahan gelar Sri Paduka Raja kepada Fadli Zon oleh A. A. Ngurah Ugrasena di Puri Gde Singaraja pada Jumat, 30 Maret 2018 adalah bersifat pribadi yang sudah tidak sepatutnya di laksanakan di puri.

Kami keluarga Puri Gde sangat menyesalkan hal ini. Kami sesungguhnyalah tidak tahu menahu, tidak terlibat-dilibatkan dan tidak ikut bertanggung jawab atas kejadian dimaksud.

Kami juga sudah mempertimbangkan untuk membatalkan dan mencabut pemberian gelar dimaksud yang sudah tidak sesuai dengan peraturan dan prosedur yang semestinya.

Melalui kesempatan ini pula kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua Semeton dan Warga Buleleng, Bali khususnya dan Nusantara pada umumnya atas kelalaian dan kecerobohan ini.

Demikian pernyataan sikap kami ini kami sampaikan sedemikian agar masyarakat luas kiranya dapat maklum.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

Singaraja, 2 April 2018

Salam Shanti & Rahayu Agung Brawida.
(rb/mus/mus/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fadli Zon: Prabowo Memang Sudah Saatnya Kritik Pemerintah


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler