Gempa 6,1 SR di Samudra Hindia, Ini Efeknya di Berbagai Kota

Selasa, 23 Januari 2018 – 18:02 WIB
Sutopo Purwo Nugroho. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gempa berkekuatan 6,1 SR mengguncang sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, pada Selasa (23/1) Pukul 13.34 WIB. Gempa berpusat di Samudra Hindia dengan kedalaman 64 km, berjarak 43 km di sebelah barat daya Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, gempa tidak berpotensi tsunami. Namun, getarannya dirasakan sangat kuat di Banten selama 10 detik. 

BACA JUGA: Gunung Sinabung Meletus Lagi

"Masyarakat panik berhamburan keluar rumah. Beberapa rumah dan bangunan mengalami kerusakan," ujar Sutopo di Jakarta.

Menurut Sutopo, gempa juga sangat dirasakan masyarakat Jakarta, khususnya yang berada di gedung bertingkat selama sekitar 10-15 detik. Masyarakat di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung juga gempa dirasakan lemah selama lima menit.

BACA JUGA: Gunung Agung Meletus Lagi, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Di Kabupaten Cianjur ada enam pelajar luka berat. Sedangkan dua lainnya luka ringan akibat tertimba genteng yang runtuh di SMK Tenggeung, Kecamatan Tanggeung. “Selain itu juga terdapat satu rumah rusak berat masing-masing di Desa Tanggeung dan Desa Pagermaneuh," ucapnya.

Sementara di Sukabumi, terdapat sembilan rumah rusak ringan, satu rumah rusak sedang, satu masjid rusak berat, dan dua fasilitas umum kesehatan rusak ringan. 

BACA JUGA: 3 Gempa Waktu Berdekatan, 10 Kabupaten Terguncang

Di Kabupaten Bogor terdapat beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya. Adapun di Kecamatan Nanggung, Megamendung, Caringin dan Cijeruk, ada tujuh rumah rusak berat dan lima rumah rusak ringan.

Di Pandeglang terdapat Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa. Di Banten terdapat  115 rumah rusak, satu masjid rusak dan satu puskesmas rusak. 

"BPBD bersama unsur lainnya masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat gempa 6,1 SR. Dampak kerusakan akan bertambah seiring dengan pendataan yang dilakukan," ucapnya.

Menurut Sutopo, jumlah kerusakan kemungiknan akan bertambah. Namun, dia mengimbau masyarakat tetap tenang.

“Jangan terpancing isu-isu yang menyesatkan bahwa akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Ilmu pengetahuan belum mampu memprediksi gempa secara pasti,” pungkasnya.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banjir Surut, Akses Pacitan-Wonogiri Sudah Bisa Dilalui


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler