Gempa Kembali Guncang Lebak, 2.760 Rumah Rusak

Jumat, 26 Januari 2018 – 18:37 WIB
Gempa bumi. Foto: JPG

jpnn.com, LEBAK - Gempa berkekuatan 6,1 SR kembali mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (26/1) pukul 13.34 WIB.

Guncangan gempa tersebut menyebabkan dampak cukup besar. Masyarakat Lebak dan sekitarnya masih sering merasakan gempa susulan.

BACA JUGA: Bukan Mobil Idrus Marham Masuk Jurang!

"BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) memantau sudah ada 53 kali gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil," kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (26/1).

Menurut Sutopo, gempa susulan ini adalah peristiwa alamiah. Setelah gempa besar biasanya diikuti gempa-gempa susulan dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng yang ada.

BACA JUGA: Gempa Sesaat, Siswa Berhamburan ke Luar

Posko BNPB terus melakukan update pendataan gempa 6,1 SR. Terdapat 73 kecamatan di sembilan kabupaten/kota pada tiga provinsi yakni Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta yang terdampak.

Satu orang meninggal dunia akibat gempa yaitu Nana Karyana (40) karena serangan jantung. Saat gempa, korban tengah memperbaiki atap genteng rumah. "Korban kaget, jatuh kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia," ujarnya.

BACA JUGA: Gempa 6,4 SR, Menteri Siti Tolak Dievakuasi Keluar Gedung

Sutopo menambahkan ada 11 orang luka-luka. Tujuh di antaranya luka berat dan empat ringan. Sebanyak 2.760 unit rumah rusak, dengan perincian 291 rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR).

"Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak adalah daerah yang paling banyak terdapat kerusakan bangunan rumah karena posisinya berdekatan dengan pusat gempa," paparnya.

Perincian kerusakan rumah berdasarkan kabupaten/kota yakni Kabupaten Cianjur 13 unit (3 RS, 10 RR), Kabupaten Sukabumi 1.525 unit (136 RB, 380 RS, 1.009 RR), Kabupaten Bogor 89 unit (15 RB, 21 RS, 53 RR), Kota Bogor 3 RR. Kemudian, Kabupaten Pandeglang 8 unit (2 RB, 6 RR), Kabupaten Lebak 1.118 unit (138 RB, 171 RS, 809 RR).

"Kerusakan meluas dan tersebar di 19 kecamatan," tegasnya. Berikutnya, Kabupaten Serang 4 RR, dan DKI Jakarta kerusakan ringan pada gedung kantor dan fasilitas umum.

Selain itu juga terdapat kerusakan bangunan lainnya meliputi tujuh unit fasilitas peribadatan, dua unit kesehatan, 17 unit pendidikan, 6 unit kantor atau gedung pemerintahan, dan 63 unit fasum.

"Pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Data masih terus dilakukan verifikasi oleh BPBD hingga data by name by address," katanya.

Sutopo mengatakan diperkirakan jumlah kerusakan rumah bertambah. Kerugian dan kerusakan diperkirakan ratusan miliad rupiah.

Bupati Lebak telah menetapkan Surat Keputusan Status Tanggap Darurat penanganan gempa di Kabupaten Lebak yang berlaku 14 hari dari 23 Januari 2018 hingga 5 Februari 2018.

BNPB terus memberikan bantuan. Kepala BNPB Willem Rampangilei telah menyerahkan bantuan logistik senilai Rp 302,9 juta kepada BPBD Lebak.

Bantuan berupa sandang 25 paket, tenda gulung 20 lembar, karung plastik 3.000 lembar, kantung mayat lima lembar, perlengkapan sekolah 300 paket, perlengkapan makan 160 paket, paket rekreasional 140, peralatan dapur keluarga 40, kidsware 45 paket, family kita 10 paket dan paket kesehatan keluarga 10 paket.

Selain itu juga bantuan 1 unit mobil double gardan untuk operasional BPBD. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gempa 6,4 SR di Banten, Guncangannya Terasa Sampai Jakarta


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Gempa Bumi   Lebak   Banten   BMKG  

Terpopuler