Gencarkan Program SALUD, Kemenhub Tekan Angka Kecelakaan

Rabu, 28 September 2022 – 22:18 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus menggencarkan program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD). Foto dok Kemenhub

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus menggencarkan program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno mengatakan untuk menumbuhkan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu-lintas, tidak bisa instan.

BACA JUGA: Kemenhub Anggarkan Rp 125 Miliar untuk Program Subsidi Angkutan Jalan Perintis

Seharusnya menurut Hendro, edukasi sejak usia dini/anak-anak dilakukan untuk menanamkan sikap disiplin dalam menjaga keselamatan di jalan, dengan memahami peraturan dan mematuhi rambu-rambu yang ada.

“Kami mengajak para pemangku kepentingan terkait masalah keselamatan jalan untuk memanfaatkan usia emas anak untuk memberi pendidikan tentang bagaimana berlalu lintas yang baik dan berkeselamatan,” kata Hendro.

BACA JUGA: FIXCH Gandeng Benteng Pertahanan Timnas Voli Perempuan Indonesia Sebagai Brand Ambassador

Dirinya berharap anak-anak sudah dapat memahami apa arti berlalu lintas yang baik dan memberikan contoh kepada orang-orang terdekatnya bahkan ke orang yang lebih dewasa yang belum mengetahui berlalulintas yang aman dan berkeselamatan.

Hendro juga mengatakan pendidikan SALUD yang sudah diberikan sejak dini di masa usia emas anak-anak agar dapat memberikan pengalaman yang membekas di hatinya, sehingga menjadi karakter/sikap yang kemudian bakal diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta

“Dalam merealisasikan gerakan tersebut, kami juga mengajak para pihak terkait seperti Kemendikbudristek, Kepolisian, Pemerintah Daerah, Akademisi, dan pemerhati anak untuk berkolaborasi meningkatkan metode pendidikan SALUD dengan format yang menari," serunya.

Salah satunya bisa menggunakan cara-cara yang mengakar pada budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia yang beragam, sehingga memiliki kedalaman dan dapat diterima dengan mudah bagi anak-anak.

Terpisah, Praktisi Penyuluh Keselamatan Nasional, Erlina Indriasari mengatakan program SALUD ini juga memberikan penyuluhan dan pengenalan kepada para pendidik anak-anak.

Seperti guru Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Dengan memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak terkait apa arti berlalu lintas dan menberikan contohnya maka diharapkan jika dewasa kelak mereka lebih mengetahui berlalulintas yang aman dan keselamatan berkendaraan,” ungkap Erlina.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler