Generasi Muda FKPPI Berperan Sebagai Agen Perubahan

Selasa, 19 September 2017 – 02:05 WIB
Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan saat acara syukuran HUT FKPPI Ke-39 Tahun 2017 di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat. Foto: Puspen TNI

jpnn.com, JAKARTA - Generasi Muda FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) yang lahir dari darah daging TNI dan Polri harus berperan sebagai agen perubahan (agent of change) yang tangguh, maka jadilah generasi pejuang untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam amanat tertulis dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan saat acara syukuran HUT FKPPI Ke-39 Tahun 2017 di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: TNI Siap Mengerahkan Seluruh Kekuatan Alutsista

Panglima TNI mengatakan generasi muda FKPPI dituntut untuk mampu berperan aktif dalam memberikan kontribusi terbaiknya dalam membangun dan mengawal negeri ini guna mewujudkan kedaulatan Indonesia. Semangat tersebut tentunya berada di pundak para generasi muda FKPPI.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menggelorakan semangat juang generasi muda FKPPI dengan mengungkapkan kata-kata Proklamator RI yang mengatakan betapa pentingnya generasi muda.

BACA JUGA: Panglima TNI: Pancasila Sudah Final, Tidak Boleh Mengubah

“Kita ingat kembali ungkapan The Founding Father Presiden RI pertama Soekarno menyatakan bahwa, beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Ini menunjukkan bahwa generasi mudalah yang akan menentukan masa depan bangsa,” katanya.

Jenderal Gatot juga mengatakan bahwa saat ini dan ke depan ancaman bangsa Indonesia sudah semakin nyata memasuki sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ancaman nyata tersebut masuk melalui proxy war yang akan menghancurkan generasi muda bangsa Indonesia (lost generation).

BACA JUGA: Bismillah, Kapolri dan Panglima TNI Bersama-sama Naik Haji

Menurutnya, wujud nyata dan proxy war saat ini antara lain maraknya penyalahgunaan narkoba di semua lini kehidupan, tawuran antar mahasiswa dan pelajar, maraknya pornografi dan pornoaksi di kalangan generasi muda, serta berbagai konflik sosial bernuansa SARA.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Panglima TNI Ikut Rakor Persiapan IMF-WBG di Bali


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler