Generator Meledak, Batam Terancam Pemadaman Bergilir

Selasa, 24 April 2012 – 08:00 WIB

BATAM  - Generator utama PLN Batam di Panaran yang baru diperbaiki, rusak lagi. Kondisi ini mengancam kelancaran aliran listrik di Batam karena pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN Batam kemungkinan terus berlanjut.

Kondisi itu diketahui saat dua Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam Irwansyah dan anggota Komisi III Tuahman Purba melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pembangkit Panaran, Sagulung, Senin (24/4). Padahal,  generator penyuplai arus listrik itu baru saja menjalani perbaikan.

Hal itu membuat dua Irwansyah dan Tuahman gerah. Apalagi dalam minggu ini ada ujian nasional (UN) siswa SMP. "Bagaimana ini, kok rusak lagi, apa kendalanya, kan jadwan pemadam bergilir sudah berakhir kenapa masih padam," tanya Irwansyah kepada Manager Teknik PT PLN Batam, M Tagor EB Sidjabat dan Direktor Operasional Mitra Energi Batam, W Budi Nugroho di Panaran yang menyambut kedatangan dua anggota Dewan itu.

Tujaun sidak tersebut untuk meninjau langsung pemeliharaan yang dilakukan Mitra Energi Batam terhadap generator yang mengalami kerusakan beberapa minggu terakhir ini yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir. "Saya kaget baca berita di salah satu media pagi tadi, katanya salah satu generator rusak dan perlu perbaikan," ungkap Irwasyah.

Padahal, sambungnya generator tersebut baru saja dilakukan pemeliharan sejak tanggal 6 april lalu yang menyebabkan pemadakam bergilir hingga 22 April lalu. "Kenapa masih terjadi pemadaman, kan baru dilakukan pemeliharaan. Sekarang sudah tanggal 23 April seharusnya listrik kita sudah aman," ujar Irwansyah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Budi Nugroho mengatakan, pemadaman tersebut terjadi lantaran generator nomor 4 mengalami kerusakan. Akibatnya, terjadi pengurangan daya sekitar 15 sampai 25 mega watt.

Generator rusak lantaran meledak justru usai menjalani perbikan.  "Usai perbaikan kita uji coba, tapi baru 12 jam nyala generator kembali meledak, jadi terpaksa perbaiki lagi, Pak," ujar Nugroho.

Saat ini, sambung Nugroho, pihaknya masih menunggu asuransi perbaikan generator tersebut. Namun belum dipastikan listrik Batam kapan akan normal kembali. Pemadalam begilir akan lebih difokuskan pada perumahan yang bebas dari lokasi sekolah dan perusahaan agar tidak menganggu UN siswa SMP dalam minggu ini.

Sedangkan Tagor mengatakan, pemeliharaan yang mereka lakukan sudah sesuai Standar Operating Procedure (SOP). Namun, masih saja terjadi kerusakan seperti generator nomor 4. "Pemeliharaan yang kami lakukan sudah sesuai SOP, kami juga berusahaan supaya pemulihan ini cepat selesai. Ini juga musibah bagi kami,"paparnya.


Seperti diberitakan, listrik di Batam padam pekan lalu karena pembangkit listrik PLTG Panaran disambar petir. Kekuatan petir yang terjadi siang itu melebihi batas ketahanan penangkal petir instalasi listrik di seluruh Kota Batam.

Sampai kemarin, sejumlah perumahan masih mengalami pemadaman listrik. Di perumahan Legenda Bali, Batam Centre, dalam minggu ini ada empat kali mati lampu. "Sehari rata-rata tiga jam," kata Yuwuf, 35, warga Legenda Bali.

Kemarin, listrik padam berjam-jam. "Dari jam 12 sampai jam enam sore tak hidup," ujarnya. (eja/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditinggal Sebentar, Polsek Sumalata Terbakar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler