Genjot Minat Milenial Bertani dengan Jurus TOS Masuk Kampus

Sabtu, 22 Desember 2018 – 23:29 WIB
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri saat menghadiri Tani On Stage (TOS) di Universitas Respati Indonesia, Jakarta Timur, Jakarta, Sabtu (22/12). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menyapa generasi muda dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi melalui kegiatan bertitel Tani On Stage (TOS). Kali ini, kegiatan untuk meningkatkan jumlah generasi muda yang unggul dan inovatif di bidang pertanian itu digelar di Universitas Respati Indonesia, Jakarta Timur.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri di hadapan para mahasiswa jurusan pertanian membeberkan berbagai capaian sektor pertanian selama empat tahun terkahir. Menurutnya, sektor pertanian saat ini sangat menjanjikan.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Badan Karantina Berhasil Melobi Filipina

“Pada 2017 ekspor pertanian kita meningkat hingga 24 persen, bahkan pertanian menjadi sektor ke dua terbesar yang berperan dalam perekonimian negara setelah industri,” ujar Boga Andri di Aula Kampus B Universitas Respati Indonesia, Jakarta Timur.

Sebelumnya kegiatan TOS pertama kali dilaksanakan di Univesitas Prasetya Mulya Tangerang beberapa waktu lalu dengan mengangkat tema Manisnya Industri Kopi. Sedangkan TOS kedua di Universitas Respati mengangkat tema Bisnis Pertanian Sebagai Gaya Hidup Baru.

BACA JUGA: Stok Beras Berlimpah, Kementan Optimistis Tak Ada Gejolak

Materi yang disajikan pun lebih luas. Di antaranya dengan menampilkan Duta Kopi Indonesia dan Penyuluh BPTP Jakarta yang membahas seputar hidroponik.

Kuntoro Boga menambahkan, saat ini banyak generasi muda yang tertarik terjun ke sektor pertanian. Hal itu tampak dari minat generasi milenial terhadap pendidikan sektor pertanian yang meningkat 12 kali lipat atau 1.237 persen.

BACA JUGA: Lahan Rawa Banjar Siap Jadi Kindai Limpuar

Angka itu mengacu pada jumlah pendaftar di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Pada 2013 ada 980 pendaftar Polbangtan, namun pada 2018 ini menjadi 13.111.

Karena itu Kuntoro Boga menghimbau para generasi muda agar bersemangat dan tidak ragu untuk terjun ke dunia pertanian. Mengutip pidato Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan, Boga mengatakan, pertanian bia menjadi jalan untuk menjadi pengusaha kakak.

“Menteri Pertanian Bapak Amran di berbagai kesempatan mengungkapkan kalau mau kaya, bergeraklah dibidang pertanian. Mau jadi konglomerat, jadilah petani, jadi tidak ada alasan generasi muda enggan bertani, karna dengan adanya teknologi bertani saat ini jauh lebih mudah” 

Teknologi diyakini dapat mengubah pandangan anak muda soal bertani. Dengan teknologi dalam bentuk alat mesin pertanian, panen yang biasanya butuh waktu berhari - hari kini dapat dilakukan dalam hitungan jam.

Mekaniasi pertanian juga dipercaya mampu menekan biaya produksi hingga 40 persen. Bahkan, mampu meningkatkan efisiensi usaha tani hingga 48 persen.

Lebih lanjut Kuntoro Boga mengatakan, generasi muda mempunyai potensi sumber daya manusia yang strategis, serta memiliki kemampuan ide-ide dan pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang berbeda di bidang pertanian. Karena itu mendorong generasi muda ke sektor pertanian menjadi hal strategis yang harus dilaksanakan Kementan.

“Kita tidak hanya bicara soal pertanian saat ini, tapi untuk lima atau sepuluh tahun ke depan. Maka penting bagi kami untuk terus memperjuangkan minat generasi muda lewat acara yang dikemas secara lebih minelial seperti TOS ini,” pungkasnya.(eno/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... HNW: Empat Pilar MPR Buah Perjuangan Mahasiswa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler