Getaran Akibat Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Lama Banget

Selasa, 07 Februari 2023 – 22:52 WIB
Ilustrasi - Gunung Semeru tertutup kabut dan terekam getaran banjir lahar dingin sebanyak dua kali dari pengamatan PPGA Semeru di Gunung Sawur, Selasa (7/2/2023). (ANTARA/HO-PVMBG)

jpnn.com - LUMAJANG - Banjir lahar dingin Gunung Semeru mengakibatkan getaran hebat yang cukup lama.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Mukdas Sofian melaporkan getaran akibat banjir lahar dingin mencapai 5.400 detik atau 1,5 jam.

BACA JUGA: Gunung Semeru Keluarkan Banjir Lahar Dingin

Banjir lahar dingin terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut pada Selasa (7/2).

Mukdas dalam laporan tertulisnya mengatakan bahwa pengamatan kegempaan aktivitas Gunung Semeru pada periode 7 Pebruari 2023 pukul 12.00- 18.00 WIB menunjukkan adanya gempa getaran banjir.

BACA JUGA: Erupsi Gunung Semeru, Awan Panas Meluncur Sejauh 6 Kilometer

"Terjadi dua kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 15-20 mm dan lama gempa 4920-5400 detik," katanya di Lumajang.

Selain getaran banjir lahar dingin, juga tercatat 18 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 20-22 mm dan lama gempa 70-130 detik.

BACA JUGA: 2 Desa di Aceh Besar Terendam Banjir Setelah Diguyur Hujan Berhari-hari

Kemudian, tiga kali harmonik dengan amplitudo 7-10 mm dan lama gempa 85-310 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 25 mm.

"Pengamatan secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut."

"Asap kawah tidak teramati, cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat," ucapnya.

Gunung Semeru berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang.

Hingga saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau statusnya Siaga.

Masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan pihaknya selalu mendapat laporan aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

"Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi)," katanya.

Di luar jarak tersebut masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat di lereng Semeru juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi Awan Panas Guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Joko. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 10 Rumah Warga Rusak Disapu Angin Puting Beliung


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler