Godfather Sungai Mekong Disuntik Mati

Sabtu, 02 Maret 2013 – 11:00 WIB
Naw Kham. Foto: Asiacorrespondet.com
HONGKONG - Tamat sudah riwayat Naw Kham, gembong narkoba Myanmar. Bersama tiga anak buahnya, nyawa bos jaringan penyelundup narkoba terbesar di Sungai Mekong itu kemarin tercerabut lewat suntik mati di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, barat daya Tiongkok.

Anak buahnya diidentifikasi bernama Hsang Kham asal Thailand, Yi Lai disebutkan tanpa kewarganegaraan, serta Zha Xika asal Laos. Eksekusi itu dilakukan Pengadilan Tiongkok setelah kasasi Naw Kham cs ditolak bulan lalu. Dia dan gerombolannya terbukti bersalah membantai 13 nelayan di Sungai Mekong pada 2011.
 
Jaksa penuntut umum Tiongkok mengatakan bahwa kasus itu telah didukung dengan bukti cukup. Mereka menambahkan, tindakan empat orang tersebut kejam. Jaksa Zhang Weiting dari Kejaksaan Rakyat Provinsi Kunming kepada Xinhua menyatakan, pembunuhan adalah kejahatan berat di Tiongkok dan pelakunya pantas diganjar hukuman mati.
 
Pada Oktober 2011, otoritas Thailand menemukan tempat kejadian perkara pembunuhan mengerikan setelah memeriksa dua kapal kargo yang sebelumnya terlibat kontak senjata dengan anak buah kapal Kham. Mereka menemukan hampir satu juta butir Amfetamin dan 12 jenazah nelayan yang sebagian di antara mereka terikat tangannya. Seorang nelayan hilang.
 
Geng narkoba lintas wilayah Asia itu ditangkap melalui operasi gabungan polisi Tiongkok, Laos, Myanmar, dan Thailand. Xinhua mengatakan, para penyelundup obat-obatan berbahaya tersebut bekerja sama dengan oknum tentara Thailand saat menyerang kapal kargo Hua Ping dan Yu Ying 8.
 
Kham juga dituduh berada di balik serangkaian penculikan nelayan Tiongkok dan pembajakan kapal kargo dengan kompensasi tebusan sejak awal April 2011. Dalam wawancara dengan kanal CCTV, kemarin (1/3) Kham mengaku menyesali masa lalunya.

"(Wilayah) Segitiga Emas adalah pusatnya kejahatan," ucapnya, merujuk kepada wilayah pusat produksi narkoba untuk menyuplai sejumlah negara di Asia. "(Segitiga Emas) mengubah orang baik menjadi jahat," tandasnya. (cak/c4/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengundurkan Diri Demi Kebaikan Gereja

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler