Gubernur Kalbar Sutarmidji: Jangan Coba-Coba Menyimpan Stok Bahan Pangan

Kamis, 06 April 2023 – 19:30 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji melepas penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan tahun 2023 di Kantor Camat Pontianak Selatan, Kalbar. ANTARA/Rendra Oxtora

jpnn.com - PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan sudah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pangan Polda Kalbar untuk terus melakukan pengawasan terhadap semua jenis pangan yang dibutuhkan masyarakat. 

Sutarmidji mengingatkan kepada seluruh distributor agar tidak menimbun bahan pangan saat Ramadan hingga Idulfitri 1444 Hijriah.

BACA JUGA: Tekan Inflasi Daerah, Gubernur Sutarmidji Menyerahkan Bantuan Beras

“Jangan coba-coba untuk menyimpan stok, saya sudah minta Satgas Pangan Polda untuk melakukan pengawasan," kata Sutarmidji di Pontianak, Kalbar, Kamis (6/4).

Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Kalbar itu mengatakan pada Lebaran tahun ini, ketersediaan beras, gula pasir, tepung terigu, dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA: Tinjau 2 Pasar di Jakarta, Jokowi: Banyak Harga Pangan Turun

“Jadi, semua kebutuhan pokok selama Ramadan dan setelah Lebaran masih tersedia dengan baik," ungkap Sutarmidji.

Mantan wali kota Pontianak yang menjabat dua periode itu mengatakan saat ini pemerintah  memberikan bantuan pangan kepada masyarakat selama tiga bulan, khusus untuk warga berhak yang datanya sudah terkumpul di Badan Pangan Nasional (Bapanas).

BACA JUGA: Jaga Ketahanan Pangan, Ratusan Mak-mak di Cilangkap Tanam Pohon Cabai

"Penerima ini datanya bukan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota, tetapi dari pusat (Bapanas). Untuk Kalbar berjumlah 3.600 ton beras yang akan didistribusikan selama tiga bulan ke depan,” ucapnya.


Sutarmidji berharap hal ini dapat sedikit meringankan dan mengurangi beban masyarakat, serta mengendalikan harga beras agar tidak terjadi kenaikan yang cukup tinggi.


"Bulog juga menjual beras dengan paling tinggi di harga Rp 9.950, sedangkan provinsi juga menjual di beberapa pasar yang menjadi acuan untuk perhitungan inflasi. Sementara, kita jual Rp 9.500, perkiraan nanti bisa di harga Rp 10.000 untuk menekan harga beras di pasar agar tidak terlalu tinggi. Kalau tinggi saya akan lakukan operasi pasar lagi," katanya. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler