Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Ahli Tsunami: Wajib Diwaspadai

Selasa, 26 April 2022 – 08:55 WIB
Pengamatan CCTV dari Pulau Sertung pada pukul 20:20:02 WIB. Tampak Aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau pada Minggu (24/4) mengeluarkan abu vulkanik. Foto: ANTARA/HO-PVMBG/pri

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia Gegar S Prasetya menanggapi soal potensi tsunami imbas adanya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

BMKG bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) diketahui telah meningkatkan status Gunung Anak Krakatau dari waspada menjadi siaga.

BACA JUGA: Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Antisipasi Terjadi Korban Jiwa

Gegar mengatakan Gunung Anak Krakatau memang memiliki sejarah bahwa pernah menimbulkan tsunami akibat adanya peningkatan aktivitas.

"Adanya kenaikan aktivitas dari Gunung Anak Krakatau ini memang secara historis Anak Krakatau ini pernah menimbulkan tsunami sehingga kita wajar untuk waspada untuk memahami potensi ke depannya seperti apa," kata Gegar dalam konferensi pers secara daring, Senin (25/4) malam.

BACA JUGA: Ternyata Inilah Sosok Dalang di Balik Tewasnya Pratu Dwi Korban KKB di Nduga Papua

Gegar pun mengimbau kepada masyarakat untuk wajib mewaspadai potensi tsunami akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut.

"Catatan kami bahwa aktivitas yang meningkat dari Gunung Anak Krakatau wajib untuk diwaspadai," ujar Gegar.

Diketahui, sejak 22 April 2022 anak gunung Krakatau sudah terlihat mengeluarkan abu vulkanik hitam ke wilayah Sumur dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga sudah terlihat mengeluarkan bebatuan pijar.

Bebatuan tersebut bisa membahayakan nelayan dan wisatawan yang berada di perairan sekitar.

BACA JUGA: Seusai Begal Payudara Gadis 19 Tahun, Bapak 3 Anak Ini Ketiban Apes, Rasain

"Rekomendasi kami sekitar 5 kilometer untuk jarak aman dari kawasan Gunung Anak Krakatau," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Kabupaten Serang Deni Mardiono, Senin. (cr1/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler