Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas, Ini Wilayah yang Terdampak

Sabtu, 16 Januari 2021 – 20:58 WIB
Dokumentasi - Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang. (ANTARA/ HO - PPGA Semeru)

jpnn.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Jawa Timur, Sabtu (16/1) pukul 17.24 WIB. APG tersebut diketahui memiliki jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyebut, laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara. Diduga luncuran dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.

BACA JUGA: Bupati Lumajang Mengabarkan Gunung Semeru Meletus

"Sementara itu, untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin," kata Jati dalam keterangan resminya kepada awak media, Sabtu (16/1).

Lebih lanjut, kata Jati, saat ini status Gunung Semeru masih berada pada level II atau 'Waspada'. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

BACA JUGA: Gunung Semeru Meletus Sore Ini, Bukti Ramalan Mbak You Akurat Lagi?

Sementara itu, ujar dia, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

"Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin," tutur Jati.

BACA JUGA: Status Gunung Semeru Masih Waspada

Peristiwa APG Gunung Semeru ini juga dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang Thoriqul Ha. Perkiraan awal, lokasi APG berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

"Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4,5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," jelas dia dalam keterangan resminya, Sabtu. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler