Guru Honorer Segera Disuntik Vaksinasi COVID-19, Bagaimana di Sekolah Swasta?

Selasa, 23 Februari 2021 – 13:18 WIB
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi COVID-19. Ilustrasi Foto: Antara/Moch Asim/rwa

jpnn.com, BANDARLAMPUNG - Sekitar 15 ribu guru di Provinsi Lampung akan menerima vaksinasi COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar, menyebutkan, 15 ribu guru tersebut terdiri dari 8 ribu guru ASN dan 7 ribu guru honorer.

BACA JUGA: Viral Antrean Lansia untuk Vaksinasi COVID-19 di RSUD Kembangan, Charles Honoris Bilang Begini

"Terkait vaksinasi COVID-19, bila vaksin tersedia, kami sambut dengan baik. Saat ini berdasarkan pemetaan ada 15 ribu guru yang siap menerima vaksin," ujar Sulpakar di Bandarlampung, Senin.

Sebanyak 15 ribu orang guru tersebut hanya di sekolah negeri, belum termasuk di sekolah swasta.

BACA JUGA: Untuk Urusan Ini, Novel Baswedan Ajak Masyarakat Dukung Pak Jokowi

“Dan mungkin jumlah penerima vaksin COVID-19 akan bertambah," katanya.

Menurutnya, jika tidak memungkinkan untuk melakukan vaksinasi secara keseluruhan akibat keterbatasan vaksin maka pelaksanaan vaksinasi bagi guru akan diprioritaskan bagi daerah yang telah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

BACA JUGA: Menurut Prof Salim Said, Jokowi Orang Baik, tetapi Siapa yang Sebenarnya Berkuasa?

"Kami telah mengusulkan kepada Gubernur agar tenaga pendidik dan guru, terutama yang telah melakukan pembelajaran tatap muka menjadi prioritas vaksinasi," ucapnya.

Ia menjelaskan sejumlah daerah yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka antara lain Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, Mesuji dan di Kabupaten Lampung Tengah.

"Kalau vaksinasi COVID-19 berapa pun jatah yang diberikan akan kita (Dinas Pendidikan) laksanakan, dan akan kita data sebab ini merupakan upaya menjaga guru serta tenaga pendidik kita," katanya.

Dia mengatakan bila nanti vaksinasi telah dilaksanakan bagi guru serta tenaga pendidik, tidak akan mempengaruhi dibuka atau tidaknya pembelajaran tatap muka.

"Pembelajaran tatap muka ataupun pembelajaran secara daring tetap ditentukan oleh status sebaran kasus COVID-19 tingkat desa, ataupun kecamatan, bila masih berisiko tentu belum akan dilaksanakan," katanya. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler