Guyon Waton, dari Iseng Menjadi Terkenal Bareng

Minggu, 02 Februari 2020 – 21:40 WIB
Guyon Waton di sela Pucuk Cool Jam 2020 di Yogyakarta, Sabtu (1/2) malam. Foto: Dedi Yondra/JPNN.Com

jpnn.com - Personel grup musik Guyon Waton tidak menyangka bisa terkenal seperti sekarang. Berawal cuma menongkrong bareng, enam sekawan yang mengusung musik dangdut berbahasa Jawa itu kini menjadi salah satu band yang menjadi perbincangan, khususnya di Yogyakarta dan sekitarnya.

Guyon Waton berdiri sejak 2015. Para personelnya adalah Faisal Bagus Ibrahim (vokal), Ahmad Arifin (gitar), Ferry Widiyatmoko (gitar), Ndika Rismaya (ukulele), Andreas Wahyu (ketipung), dan Yudi Hamdani (bas).

BACA JUGA: Endank Soekamti Melepas Rindu di Pucuk Cool Jam 2020

"Kami dari satu desa di Kulonprogo, Yogyakarta, satu gerombolan. Malam suka genjrengan dan iseng cover lagu," kata Faisal Bagus Ibrahim di sela acara Pucuk Cool Jam 2020 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (1/2) malam.

Dari keisengan itu, Guyon Waton mengunggah lagu-lagu yang dibawakannya ke Instagram dan YouTube. Tenyata lagu-lagu gubahan mereka memperoleh respons positif dari banyak warganet.

BACA JUGA: FSTVLST Pamer Lagu Baru di Pucuk Cool Jam 2020

"Enggak sengaja upload di Instagram dan YouTube, ternyata ada yang suka. Jadi kami sebenarnya enggak terproyek, mengalir saja," ucap sang vokalis Guyon Waton itu.

Secara perlahan Guyon Waton mulai dikenal. Tawaran main di panggung mulai berdatangan.

Keenam personel Guyon Waton pun makin serius menggarap band itu sebagai proyek bermusik. Kini, Guyon Waton sudah punya studio sederhana untuk proses rekaman.

"Dari situ kami mulai serius, makanya menambah tiga additional player buat manggung," imbuh Faisal Bagus.

Selain itu, Guyon Waton juga menyiapkan manajemen untuk segala urusan mereka. Manajemennya diisi dan dijalankan orang-orang terdekat personel Guyon Waton.

Meski awalnya menggarap lagu-lagu cover version, Guyon Waton saat ini sudah mempunyai karya sendiri. Kolaborasi para personelnya telah menghasilkan tujuh lagu.

"Karya kami total baru tujuh lagu, bahasa Jawa dan Indonesia. Awalnya kami cuma bikin lagu bahasa Jawa tetapi banyak request dari daerah lain, makanya bikin lagu bahasa Indonesia biar bisa didengar semua," ucap pelantun Korban Janji itu.

Berangkat dari situlah nama Guyon Waton makin populer. Tawaran show pun terus berdatangan.

Guyon Waton juga menjadi band yang memuncaki Pucuk Cool Jam 2020 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (1/2) malam. Membuka penampilan lewat lagu Lungaku, Guyon Waton langsung memicu kor panjang para penonton.

Selanjutnya Guyon Waton membawakan lagu Ora Masalah yang disambung dengan Karma. Nyanyian dan goyangan penonton terus menghiasi lagu demi lagu yang dibawakan Guyon Waton, termasuk saat tembang bertitel Menepi, Perlahan dan Sebatas Teman mengalun.

Guyon Waton menutup panggung Pucuk Cool Jam 2020 dengan lagu Korban Janji yang kini menjadi signature song. Gemuruh tepuk tangan dari ribuan penonton menggema saat Guyon Waton memungkasi konsernya.(mg3/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Yondra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler