Habiskan Dana Besar Demi Mutu Pesepakbola Lokal

Jumat, 24 Mei 2013 – 03:03 WIB
JERMAN benar-benar total dalam membangun kajayaan dalam hal sepakbola. Mereka rela menggelontorkan banyak uang untuk memperbaiki mutu youth development demi mengasah bakat-bakat pemain bola sejak usia dini.

Seperti dikutip Chicago Tribune, total dana yang dikeluarkan sejak 2002 untuk urusan perbaikan mutu pemain bola itu sudah mencapai Rp 10,2 triliun.

Dana sangat besar itu digunakan untuk berbagai keperluan. Pola pembinaan yang sangat terpola memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Meski begitu, hasilnya memang sejalan dengan target.

Pemain muda Jerman terus bermunculan. Belum habis era Bastian Schweinsteiger, sudah muncul Mesut Ozil. Ketika Ozil masih sangat muda namun sudah mengilap, muncul pula Mario Gotze. Itu menandakan bahwa regenerasi sebagai buah dari pola pembinaan yang berkesinambungan berjalan dengan baik.

Dengan terus munculnya pemain lokal Jerman, jatah untuk pemain asing yang merumput di Bundesliga g juga kian tereduksi. Pada 2003 silam, 44 persen dari total pemain di Bundesliga berasal dari luar negeri.

Namun, jumlah itu terus menurun. Pada 2010 silam, jumlah pemain asing di Bundesliga berkurang menjadi 38 persen. Artinya, semakin besar peluang pemain asli Jerman untuk merasakan kompetisi.

“Dengan jumlah 38 persen pemain asing, artinya kami memiliki 62 persen pemain asli Jerman yang bisa bermain untuk Timnas,” terang Chief Executive Bundesliga Christian Seifert seperti dilansir Observer Sport.

Jumlah itu dianggap sangat membantu misi Timnas Jerman untuk mengembalikan kejayaan di dunia. Seifert lantas membandingkan kondisi sepakbola Jerman dengan Inggris yang dianggap sangat timpang.

“Di Inggris, jumlah pemain asingnya mencapai 60 persen. Sementara pemain lokal hanya 40 persen,” tegas Seifert. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masuk Final NBL, Pelita Jaya Catatkan Sejarah Baru

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler