Hadapi Uber dan Thomas, Tim Merah Putih Dikarantina

Selasa, 15 April 2014 – 14:52 WIB

jpnn.com - TIM Thomas dan Uber Indonesia mulai mempersiapkan diri menghadapi turnamen paling bergengsi di olahraga bulutangkis yang akan diselenggarakan di India 18-25 Mei mendatang. Kini para penggawa Merah Putih menjalani karantina di Kabupaten Kudus, Jateng. 

Ketua PB Djarum Kudus Yoppy Rosimin ketika dihubungi di Semarang, Selasa, mengatakan, para pemain itu akan menjalani karantina selama sepuluh hari. Karantina itu terhitung mulai 15 hingga 25 April. Setelah dikarantina, para pemain akan menjalani simulasi di GOR Sritex Arena Solo. Kemudian dilanjutkan dengan outing di Bogor awal Mei mendatang.

BACA JUGA: Yamaha Sebut Jump-Start Lorenzo Insiden Aneh

"Kami selalu siap menerima mereka," kata Yoppy. Ia menambahkan, Djarum Kudus hanya menyediakan tempat. Sedangkan untuk materi latihan, diberikan dari pelatnas. sedangkan Djarum Kudus hanya menyediakan sarana dan prasarana saja. 

Yoppy lantas menyebutkan, ada 42 atau 44 pemain yang menjalani karantina di Kudus. Di antaranya Sony Dwi Kuncoro, Dionisius Hayom Rumabaka, Muhammad Ahsan, Hendra Setiawan, Angga Pratama, Ryan Agung Saputra, Berry Anggriawan, Ricky Karanda Suwardi, Belaetrix Manuputi, Adrianti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, Liliyana Natsir, Greysia Polii, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Sebelum Hadapi Selangor FA, Pemain Arema Dikarantina

Seperti dikutip dari laman PBSI disebutkan, selama masa karantina ini para atlet akan berlatih di GOR Jati Kudus yang berkapasitas 17 lapangan. Sejumlah program khusus telah disiapkan untuk menghadapi perebutan supremasi bergengsi tersebut, salah satunya adalah sesi bimbingan oleh psikolog untuk menempa mental tim.

Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan dijadwalkan akan hadir di tengah-tengah acara karantina para nomasi Piala Thomas dan Uber. Gita rencananya bakal memberikan wejangan kepada pemain pada Rabu (23/4). (ant/rr/mas)

BACA JUGA: Mumpung Tuan Rumah Pincang

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tata Out, Klopp In?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler