Hadiri HUT PDIP, Bamsoet Dukung Gerakan Penghijauan dan  Membersihkan Sungai

Minggu, 10 Januari 2021 – 19:47 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo menghadiri peringatan HUT Ke-48 PDIP secara virtual, Minggu (10/1). Foto: Humas MPR.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung aksi nyata Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang mengajak seluruh komponen bangsa mencintai lingkungan.

Megawati Soekarnoputri mencanangkan Gerakan Penghijauan dan Gerakan Membersihkan Sungai yang terdapat di setiap daerah.

BACA JUGA: Di HUT ke-48 PDIP, Bu Mega Menangis Terisak-isak

Gerakan yang dipusatkan di Sungai Ciliwung dengan tema "Cinta Ciliwung Bersih" ini dilakukan bertepatan dengan perayaan HUT Ke-48 PDI Perjuangan, Minggu (10/1).

"Sebagai salah satu Ibu Bangsa, sosok Bu Mega telah menjadi teladan di berbagai kehidupan kebangsaan. Ajakan beliau untuk kembali mencintai alam dan lingkungan sangat penting untuk diimplementasikan, tak hanya oleh kader dan simpatisan PDI Perjuangan, melainkan juga oleh seluruh anak bangsa," ujar Bamsoet saat menghadiri perayaan HUT ke-48 PDI Perjuangan, secara virtual di Jakarta, Minggu (10/1).

BACA JUGA: PDIP Pastikan Penanaman Pohon dan Bersih Sungai Ciliwung sesuai Protokol Kesehatan

Bamsoet melanjutkan menanam pohon sama dengan memperpanjang kehidupan umat manusia. "Begitu pun dengan membersihkan sungai, yang sama dengan membersihkan kehidupan umat manusia," jelasnya.


Ketua ke-20 DPR RI ini menilai pemilihan Sungai Ciliwung sebagai simbol gerakan merupakan langkah yang sangat tepat.

BACA JUGA: Gerakan Cinta Ciliwung Bersih PDIP Mendukung Keseimbangan Lingkungan

Sungai Ciliwung membentang dari hulu di Kabupaten Bogor hingga mengalir ke hilir di pantai utara Jakarta.

Panjangnya sekitar 120 kilometer, dengan luas daerah aliran sungai mencapai 387 kilometer persegi.

Bamsoet menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2019 lalu memaparkan jumlah limbah rumah, sampah, limbah industri, limbah ternak, hingga pencemaran dari pertanian yang ada di Sungai Ciliwung diperkirakan mencapai 54,4 ton BOD (Biological Oxygen Demand) per hari.

Sementara, lanjut dia kemampuan Sungai Ciliwung menampung beban pencemaran hanya sekitar 9,29 ton BOD.

"Artinya, Sungai Ciliwung sedang berada dalam kondisi tak normal, melewati daya dukung dan sudah kelebihan beban," jelas Bamsoet.

Wakil ketua umum Pemuda Pancasila dan kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, membersihkan Sungai Ciliwung memerlukan sikap gotong royong warga dari mulai di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, hingga DKI Jakarta. Melibatkan pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pemerintah pusat.

"Kini dengan dukungan PDI Perjuangan sebagai partai politik terbesar di Indonesia, dengan kader dan simpatisan yang militan, membersihkan Sungai Ciliwung seharusnya tidak lagi sulit dilakukan," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler