Hadiri Ramah Tamah dengan Tokoh-Tokoh Tionghoa Kalbar, OSO Mengajak Terus Menjaga Persatuan

Sabtu, 25 November 2023 – 08:25 WIB
Tokoh nasional asal Kalimantan Barat Oesman Sapta Odang (OSO) menghadiri malam ramah tamah dengan tokoh-tokoh Tionghoa Kalbar, Jumat (24/11) di Pontianak. Foto: M. Kusdharmadi/JPNN.com.

jpnn.com - PONTIANAK - Tokoh nasional asal Kalimantan Barat Oesman Sapta Odang alias OSO menghadiri silaturahmi dengan tokoh-tokoh Tionghoa Kalbar, Jumat (24/11) malam di Kota Pontianak. Kehadiran OSO disambut hangat dan antusias oleh ratusan tokoh Tionghoa Kalbar dari berbagai organisasi, yayasan, serta profesi, tersebut.

“Saya terharu sekali ini hari, saya betul-betul surprise, bahkan 62 yayasan bisa berkumpul. Ini belum pernah terjadi dalam hidup saya bisa berkumpul dengan masyarakat Tionghoa di Kalbar seperti ini,” kata OSO dalam sambutannya.

BACA JUGA: OSO Pimpin Rapat Konsolidasi Nasional Partai Hanura Menjelang Pemilu 2024, Ini Pesannya

Tokoh kelahiran Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, itu mengakui bahwa persahabatannya dengan masyarakat Tionghoa di Kalbar sudah terjalin lama bahkan sejak masih kecil.

OSO mengakui bahwa masyarakat Tionghoa yang umumnya berprofesi sebagai pedagang maupun pengusaha dikenal sangat ulet. Menurut dia, masyarakat Tionghoa juga memiliki persatuan yang kuat.

BACA JUGA: Bambang Widjanarko Setio Sebut Masyarakat Tionghoa dan Non-Muslim Dukung Prabowo

"Persahabatan itu memang indah. Teman-teman saya, teman dari kecil bahkan, banyak dari masyarakat Tionghoa. Almarhum bapak saya juga begitu, temannya banyak masyarakat Tionghoa," ungkap OSO. 

Dalam ramah tamah itu OSO mengajak masyarakat Tionghoa untuk berani menyampaikan aspirasi dan pendapat serta memberikan masukan-masukan kepada pemerintah dengan cara penyaluran yang benar.

BACA JUGA: Ribuan Warga Tionghoa Antusias Sambut Ganjar Pranowo di Ultah PSMTI

Dia menegaskan bahwa di zaman sekarang ini siapa pun boleh berpendapat. OSO tidak suka ketika terjadi perbedaan pendapat yang kemudian membuat persaudaraan menjadi rusak. "Karena sama-sama bangsa Indonesia, harus berani mengeluarkan pendapat. Jangan takut, karena saya bersama-sama kalian," kata OSO.

Lebih lanjut OSO mengaku selalu berprinsip berpihak kepada daerah. Dia selalu berupaya untuk memperjuangkan kemakmuran bagi daerah. OSO berkeyakinan jika daerah makmur maka baru ada Indonesia yang makmur.

"Kalau daerah belum makmur, bagaimana Indonesia bisa makmur. Dengan makmurnya Indonesia, berarti semuanya juga harus makmur," ungkap sosok kelahiran 18 Agustus 1950 ini.

Mantan wakil ketua MPR RI itu mengajak untuk terus memperjuangkan kepentingan bangsa, negara, maupun daerah. Selain itu, dia mengajak masyarakat Tionghoa untuk terus meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa ini.

"Mari kita sama-sama berjuang. Semoga kita bisa meningkatkan hubungan lahir dan batin serta bersama-sama membangun daerah, bangsa dan negara ini," ungkap Oesman Sapta.

Sosok Pemersatu Bangsa

Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci Susanto Muliawan Lim mengucapkan terima kasih kepada OSO yang selalu memberikan perhatian penuh kepada masyarakat dan daerah.

"Kami mendoakan semoga Pak OSO selalu sehat walafiat, sehingga dapat terus mendorong percepatan pembangunan di Kalbar," kata Susanto Muliawan Lim dalam sambutannya pada acara tersebut.

Dia mengatakan bahwa ramah tamah tokoh-tokoh Tionghoa Kalbar dengan OSO bertujuan untuk melepas rindu setelah lebih dua tahun mengisolasi diri akibat pandemi Covid-19.  Menurut dia pula, ada sekitar 62 yayasan yang bernaung di bawah Yayasan Bhakti Suci yang diundang dan hadir dalam silaturahmi bersama OSO.

"Karena kerinduan itulah kami masyarakat Tionghoa Kalbar mengadakan malam ramah tamah dengan Pak Oesman Sapta. Atas nama masyarakat Tionghoa Kalbar, kami ucapkan terima kasih atas kesediaan Pak Oesman Sapta untuk hadir," ungkap Susanto Muliawan Lim.

Dia menegaskan hubungan masyarakat Tionghoa di Kalbar dengan OSO ibarat dua sisi mata uang yang tidak dipisahkan.  Menurutnya, dari informasi para orang-orang tua atau senior-senior, hubungan Oesman Sapta dengan masyarakat Tionghoa sudah terjalin sejak lama.

OSO dengan masyarakat Tionghoa bergaul di keseharian baik dalam suka maupun duka. "Tidak heran, jika orang tua atau senior kami bepressan agar tetap jaga nama baik, menjalin hubungan baik dan mendengar apa yang dikatakan Pak Oesman Sapta.,” katanya.

“Tidak berlebihan kami mengajak tokoh Tionghoa Kalbar untuk hadir ramah tamah dengan Pak Oesman Sapta sebagai penghormatan sekaligus bentuk kerinduan dan kecintaan kepada Pak Oesman Sapta," kata dia.

Dia mengakui bahwa OSO bagi masyarakat Kalbar merupakan seorang tokoh nasional, bahkan internasional, dan sudah mendapatkan anugerah Bintang Mahaputera Utama dari presiden RI.

"Bagi kami, Bapak Oesman Sapta merupakan tokoh pemersatu dan toleransi nasional. Beliau dalam berinteraksi dan membantu, tidak pernah membeda-bedakan suku, bahasa, dan agama," katanya.

Susanto mengakui bahwa OSO sangat dikenal dan disenangi oleh seluruh lapisan masyarakat. Dia pun mendoakan OSO selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Mahakuasa.

"Bagi kami, Bapak Oesman Sapta merupakan sokoguru karena banyak memberikan pelajaran persatuan kesatuan dan nilai-nilai kebangsaan. Masyarakat Kalbar sangat membutuhkan peran dan sosok Bapak Oesman Sapta,” pungkas Susanto Muliawan Lim. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler