Hai Donald Trump, Muslim AS Kumpulkan Dana untuk Korban Teroris Nih

Kamis, 10 Desember 2015 – 14:41 WIB
Salah satu masjid di Amerika Serikat. Foto: Beautiful Mosque.

jpnn.com -  

CALIFORNIA - Umat Islam di Amerika Serikat dalam posisi sulit. Mereka kini menjadi korban prasangka masyarakat setempat setelah kasus penembakan maut di San Bernardino, California, yang menewaskan 14 orang pada Sabtu (3/12) dilakukan pasangan suami istri beragama Islam. 

BACA JUGA: Walau Miskin Warga Beijing Tetap Happy-happy...

Setelah itu, kondisi mereka semakin terjepit setelah bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menginginkan negeri Paman Sam itu menutup pintu rapat-rapat bagi semua muslim.

Namun, hal itu tak membuat mereka merespons dengan tindakan buruk. Ratusan umat muslim AS yang tergabung dalam sejumlah organisasi menggalang dana bagi korban San Bernardino. Total mereka mampu mengumpulkan dana USD 150 ribu atau setara Rp 2,1 miliar.

BACA JUGA: Di Kota ini Anda Hanya Boleh Punya 1 Istri dan 1 Anak!!

Dana bantuan tersebut dikumpulkan melalui gerakan penggalangan via internet dengan nama “Muslim AS untuk San Bernardino”. 

Gerakan tersebut mendapat tanggapan meriah dari komunitas muslim AS. Bahkan, rata-rata mereka meraup USD 1.000 per jam. “Terutama sejak gerakan ini menjadi gerakan nasional,” kata direktur penggalangan dana Tarek El-Messidi seperti dikutip Time, Rabu (9/12).

BACA JUGA: Bangun Jalan Kereta Cepat, Tiongkok Barter Beras Thailand

Lelaki 35 tahun itu mengungkapkan, gerakan seperti inilah yang harus dilakukan masyarakat muslim AS. Tidak hanya demi nama baik Islam dan upaya saling membantu. Tapi lebih dari itu, sebagai saluran rasa frustasi mereka terhadap kondisi dunia Islam secara keseluruhan.

“Ini akan menjadi saluran dari kegelisahan dan ketakutan kita agar menjadi aksi kebaikan yang nyata,” kata El-Messidi.

Dia menambahkan, muslim AS kini seperti sansak hidup setelah serangkaian aksi teror internasional. Mulai dari kasus penembakan Paris, San Bernardino, hingga pernyataan Donald Trump. 

“Kami dipukul dari kiri dan kanan,” katanya. “Tapi kami harus membalasnya dengan baik. Kami harus membalas kejahatan dengan kebaikan,” katanya. (jon/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MAKIN PANAS! Hillary Clinton Kecam Donald Trump, Begini Kalimatnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler