Hardi Susilo: Membela Negara Merupakan Kehormatan

Minggu, 08 Oktober 2017 – 12:57 WIB
Sosialisasi Empat Pilar MPR hari ini bersama ratusan Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Lampung. Foto: dok. Humas MPR

jpnn.com, LAMPUNG - Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Hardi Susilo mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR hari ini bersama ratusan Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Lampung.

Dalam kegiatan itu dia mengatakan membela negara merupakan sebuah kehormatan. Karena itu banyak negara yang mengadakan wajib militer.

BACA JUGA: Amalkan Empat Pilar Biar jadi Bangsa Besar

"Tetangga kita Singapura, mengadakan wajib militer," ujarnya. "Pertahanan negara tak mungkin hanya dilakukan oleh tentara," imbuhnya.

Sebagai alumni Menwa, Hardi menceritakan sejarah Menwa.

BACA JUGA: Zulkifli Malu Ketua Pengadilan dan Anggota DPR Ditangkap KPK

Dia mengatakan, resimen ini dirintis sejak 1959. Para jenderal yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat, berpikir tak mungkin prajurit diisi oleh jurusan militer saja.

Dari pemikiran ini maka di berbagai kampus dilakukan pendidikan perwira cadangan (Pacad).

BACA JUGA: Lukman Edy: Lembaga Negara Tak Boleh Saling Mengganggu

Selanjutnya pada 1964, Jenderal Nasution membentuk kesatuan mahasiswa secara sukarela.

Pendidikan ini dimassalkan sehingga pendidikan militer ada yang wajib, ada pula yang sukarela.

Menjadi Pacad diakui ada sebuah keinginan untuk mempunyai hak dan kewajiban yang sama ketika misalnya terjadi peperangan.

Keberadaan Menwa selepas reformasi menurut Hardi lain ketika pada masa sebelumnya.

Pada masa Orde Baru, keberadaan Menwa berada di bawah SKB 3 Menteri.

"Sekarang keberadaan Menwa diserahkan ke kampus-kampus, disamakan dengan kegiatan mahasiswa lainnya seperti olahraga dan seni," ungkapnya. Hardi ingin mengembalikan posisi Menwa seperti dulu.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua MPR: Kalau Mau Kaya Jangan Jadi Anggota DPR


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR  

Terpopuler