Harga PCR di Daerah Melebihi Tiket Pesawat, Selisihnya Rp500 Ribu 

Rabu, 11 Agustus 2021 – 14:30 WIB
Ilustrasi - Calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: AP II

jpnn.com, MANADO - Kurangnya fasilitas laboratorium dan rumah sakit di daerah yang memiliki alat penguji Covid-19, membuat harga PCR sangat mahal.

Kondisi ini sangat memberatkan warga yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Pulau Jawa dan Bali.

BACA JUGA: PPKM Diperpanjang, Anisa Bahar Kangen Habib Rizieq, Tetapi Percuma...

Pasalnya, ada ketentuan perjalanan menggunakan pesawat harus disertakan hasil PCR maksimal 2x24 jam selain kartu vaksin.

Informasi yang berhasil dihimpun JPNN.com dari sejumlah laboratorium di daerah, harga PCR sangat mahal jika dibandingkan wilayah Jakarta.

BACA JUGA: Aturan Baru: Kartu Vaksin dan Hasil Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan

Ambil contoh wilayah Yogyakarta, harga PCR dibanderol Rp900 ribu untuk 1x24 jam. Begitu juga di Manado kisarannya Rp900 ribu sampai Rp1,6 juta.

Bandingkan dengan harga tiket pesawat dari Manado ke Jakarta misalnya hanya Rp1,1 juta, artinya ada selisih Rp500 ribu jika penumpang mengambil tes PCR Rp1,6 juta (8 jam hasilnya ke luar).

BACA JUGA: Pengin Virus Covid-19 tak Menyerang Tubuh? Simak nih Kata Dokter Risa

Sedangkan dari Manado ke Surabaya harga tiketnya sekitar Rp800 ribu.

Suti, warga Yogyakarta menceritakan bagaimana kendalanya memberangkatkan orangtuanya ke Manado karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai vaksinasi hingga tes PCR.

"Saya sampai stres karena PCR di sini mahal. Iya kalau hasilnya negatif. Kalau positif bagaimana," keluh Suti kepada JPNN.com, Selasa (10/8).

Keluhan juga disampaikan Eko Prijanto, warga Tangerang Selatan yang tertahan lama di Manado karena adanya aturan PPKM yang berubah-ubah.

Diceritakannya, saat menuju Manado pada 17 Juli, syaratnya PCR dan vaksin.

Namun, PCR di Jakarta banyak pilihan sehingga harganya lebih terjangkau sekitar Rp750 ribu untuk 1x24 jam.

Syarat tersebut tiba-tiba berubah ketika perpanjangan PPKM Darurat ke PPKM level 4.

"Waktu itu ada tambahan aturan anak usia 18 tahun ke bawah tidak bisa terbang. Kemudian berubah lagi menjadi anak usia 12 tahun ke bawah yang tidak bisa terbang," terangnya.

Dia juga mengaku kesulitan mencari lokasi PCR karena sangat terbatas dan harganya mahal.

Baik Suti maupun Eko berharap ada kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada masyarakat. Sebaiknya syaratnya jangan terlalu memberatkan masyarakat.

"Memang sih ini demi keamanan penumpang juga. Swab antigen dan vaksin, saya rasa cukup karena kereta saja tidak pakai PCR," kata Eko.(esy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Yessy
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler