Harga Telur Anjlok, Sekjen Gerindra Minta Pemerintah Membantu Peternak Ayam

Kamis, 07 Oktober 2021 – 11:30 WIB
Ilustrasi - Sekjen DPP Partai Gerindra yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR Ahmad Muzani. Foto: Ricardo/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Partai Gerindra merespons persoalan anjloknya harga telur di pasar yang mencapai Rp 15 ribu per kilogram sehingga mengakibatkan para petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah. 

"Ini tidak boleh dibiarkan karena jumlah peternak ayam petelur itu cukup besar. Ada di Jawa Timur, di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera hingga Sulawesi. Hampir di setiap provinsi ada,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR Ahmad Muzani dalam keterangannya, Kamis (7/10). 

BACA JUGA: Harga Telur Ayam Jeblok, Mendag Punya Usul Begini

Menurut Muzani, apabila dibiarkan maka akan menjadi beban baru apalagi telur merupakan komoditas penting bagi rakyat Indonesia sejak dulu hingga sekarang. “Telur telah menjadi sumber protein tinggi yang murah meriah dan sangat digemari rakyat," ungkapnya. 

Menurut Muzani, ada beberapa hal yang menyebabkan harga telur menjadi anjlok. 

BACA JUGA: Ahmad Muzani: Ketua Umum Menginstruksikan Kader Gerindra jadi Pendekar NKRI

Salah satunya karena tingginya harga pakan ayam, sehingga produksi ayam petelur menjadi tinggi sebagai akibat dari penerapan PPKM. 

Sementara, serapan di pasar masih rendah dan produksi yang melimpah tidak bisa diserap maksimal oleh pasar. 

BACA JUGA: Gerindra Tertinggi, PDIP dan Demokrat Sebegini

Dia menegaskan hal inilah yang menyebabkan harga telur terus mengalami penurunan. 

Akibatnya, para peternak ayam petelur mengalami kerugian. 

"Rendahnya harga telur dipicu oleh tingginya harga pakan. Ini menyebabkan produksi ayam menjadi mahal, sementara harga telur menjadi jatuh. Hotel-hotel dan bisnis restoran belum semuanya pulih dan normal, itulah kenapa harga telur jatuh efek dari kebijakan PPKM,” jelas Muzani yang juga sekjen Partai Gerindra itu. 

Muzani berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi atas persoalan ini. 

Caranya, melalui sumber dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 321,2 triliun dan anggaran UMKM Rp 27,28 triliun. 

Partai Gerindra meyakini bahwa permasalahan jatuhnya harga telur di pasaran yang merugikan peternak ayam layer ini bisa diatasi dari sumber APBN yang sudah disepakati DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 30 September lalu. 

"Akumulasi dari kerugian yang dialami para peternak ayam telur itu bisa mencapai triliunan rupiah. Itulah mengapa mereka meminta perhatian dari pemerintah,” kata dia. 

“Maka, Partai Gerindra berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada para peternak ayam telur ini melalui dana PEN atau UMKM yang baru saja disetujui DPR Tahun Anggaran 2022. Sehingga mereka bisa bertahan meski harga telur jatuh dan merugi," lanjut Muzani. 

Sebelumnya, anjloknya harga telur mencapai Rp 15 ribu per kilogram berdampak pada peternak yang merugi hingga puluhan juta rupiah. 

Hal itu seperti diakui Peternak Unggas Sejahtera (Putera) di Blitar. 

Ketua Putera Sukarman mengatakan kondisi peternak mulai terganggu sejak Covid-19. 

Harga telur tidak stabil dan sering jatuh, sedangkan harga pakan melambung tinggi, baik konsentrat, pabrikan, maupun jagung. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler