Harga Telur Tak Kunjung Menanjak, Picu Deflasi September

Sabtu, 02 Oktober 2021 – 06:50 WIB
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan harga telur ayam ras memicu deflasi sebesar 0,04 persen pada September 2021. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Harga telur yang terus anjlok memicu deflasi pada September 2021.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan harga telur ayam ras memicu deflasi sebesar 0,04 persen pada September 2021.

BACA JUGA: Harga Telur Ayam Jeblok, Mendag Punya Usul Begini

"Penyebab deflasi dipengaruhi oleh penurunan harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau yaitu telur ayam ras yang memberikan andil 0,07 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono di Jakarta, Jumat.

Margo memerinci komoditas lain yang ikut mengalami penurunan harga di kelompok bahan makanan adalah harga cabai rawit dan bawang merah yang masing-masing memberikan andil 0,03 persen.

BACA JUGA: Peternak Blitar Sambat Harga Telur Jeblok, Sudah Bertemu Jokowi, tetapi

"Namun, terdapat komoditas bahan makanan yang menghambat deflasi seperti minyak goreng yang menyumbang inflasi 0,02 persen," katanya.

Margo memaparkan secara keseluruhan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran yang dominan menyumbang deflasi.

"Karena tercatat deflasi 0,47 persen dengan andil mencapai 0,12 persen," kata dia.

Sementara itu, kelompok lainnya yang ikut mengalami deflasi adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, meski andil terhadap penghitungan inflasi sangat kecil.

"Kelompok yang menekan deflasi dan masih menyumbang inflasi antara lain pakaian dan alas kaki 0,27 persen, penyediaan makanan minuman/restoran 0,25 persen, dan pendidikan 0,10 persen," ungkapnya.

Margo menilai dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 56 kota tercatat deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,90 persen dan deflasi terendah terjadi di Palu sebesar 0,01 persen.

"Penyebab deflasi tinggi di Gorontalo adalah cabai rawit yang memberikan andil 0,47 persen, ikan tuna 0,13 persen dan ikan layang 0,11 persen," kata Margo. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BPS   Deflasi   harga telur   harga cabai   Ekonomi  

Terpopuler