Harga Tiket Pesawat Melonjak, Sekali Laga Away Rp 520 Juta

Rabu, 16 Januari 2019 – 15:52 WIB
Semen Padang FC promosi ke Liga 1 2018. Foto: IG semenpadangfc

jpnn.com, JAKARTA - Naiknya harga tiket pesawat dipastikan juga berdampak pada keuangan klub-klub Liga 1 Indonesia. Terlebih, kenaikan harga tiket melambung tinggi.

Harga tiket Surabaya-Jakarta yang biasanya tarif termurah hanya Rp 450 ribu hingga Rp 550 ribu, sempat melonjak hingga Rp 900 ribu.

BACA JUGA: Bek asal Medan Ternyata Perkuat Semen Padang, Bukan PSMS

Harga tersebut bahkan lebih mahal ketimbang harga tiket Surabaya-Kuala Lumpur Malaysia yang tarif termurah berkisar Rp 700 ribu. Belum lagi masalah biaya bagasi yang juga ikut melonjak. Bahkan beberapa maskapai menghapus kebijakan free bagasi.

Tentu naiknya tiket pesawat bakal dirasakan klub-klub Liga 1 Indonesia. Terutama bagi-tim-tim sperti Bali United, PSM Makassar, Perseru Serui, Persipura Jayapura serta Semen Padang yang laga away-nya harus melalui jalur udara.

BACA JUGA: Misi Pertama Kolev Jaga Level Permainan Persija Jakarta

Musim 2019 nanti, perjalanan terjauh akan di tempuh oleh Semen Padang serta Perseru Serui. Ya, Semen Padang sebagai satu-satunya tim dari Sumatra akan menjalani away yang cukup jauh menuju Serui yang terletak di ujung timur pulau Papua.

Itu pun tidak sekali jalan. Paling tidak mereka harus transit di Jakarta serta Makassar sebelum akhirnya mendarat di iak. Dari Biak menuju Serui pun masih harus di lalui dengan peswat. Nah, untuk masalah tarif tentu itu juga menjadi yang paling mahal.

BACA JUGA: Ivan Kolev Akui tak Bisa Tolak Tawaran Persija Jakarta

Ongkos dari Padang ke Biak paling murah berkisar Rp 4,3 juta per kepala. Lalu dari Biak menuju Serui dipatok sekitar Rp 800 ribu per kepala. Total sekitar Rp 5,3 juta per kepela untuk sekali berangkat.

Apabila yang personel yang diberangkatkan minimal 25 orang, maka sekali jalan Semen Padang harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 132,5 juta.

Itu pun kalau kalau mengacu pada harga tiket normal. Kalau berdasar tarif yang sudah mengalami kenaikan maka Semen Padang harus mengluarkan Rp 260 juta sekali jalan. Dan PP sekitar Rp 520 juta. Itu juga belum ditambah dengan biaya bagasi.

”Dengan naiknya tiket pesawat ini, jelas sangat mempengaruhi finansial klub. Tentu akan mengalami pembengkakan. Apalagi jika laga away itu kan tiketnya sangat mahal,” tutur manajer Semen Padang Win Bernadino.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Perseru Serui Agus Yuwono. ”Itu sangatv mempengaruhi. Terutama bagi tim dari timur seperti Perseru dan Persipura. Jelas sangat menambah beban anggaran,” ucapnya.

”Apalagi kalau kompetisi sering tidak sesuai jadwal. Ketika kami sudah booking tiket tentu sudah DP 50 persen. Dan itu tidak bisa kembali utuh kalau jadwal berubah,” imbuh Agus.

Sementara itu CEO Bali United Yabes Tanuri meski berdampak kepada membengkaknya anggaran tim memilih tenang. ”Kami masih belum itung buged untuk musim 2019. Mungkin beberapa hari lagi. Tentu pasti ada perbedaan. Tapi untuk Liga 1 kan masih lama mulainya. Dan saya lihat di April harga tiket sudah berubah,” ujar Yabes Tanuri. (nia/ana)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Eero Markkanen Ditarget Cetak Minimal 10 Gol Dalam 17 Laga


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler