Harga Tiket Pesawat Wings Air Mahal, Bayar Bagasi Rp 750 Ribu

Kamis, 31 Januari 2019 – 07:57 WIB
Wings Air. Foto: Radar Semarang

jpnn.com - Wings Air, maskapai penerbangan Lion Air Group, sudah menerapkan kebijakan bagasi berbayar. Sejak tanggal 22 Januari 2019, penumpang Wings Air tidak lagi mendapatkan bagasi 10 kilogram secara gratis. Penumpang diharuskan membayar sesuai dengan ketentuan.

Aturan baru ini cukup mengagetkan warga Kotawaringin Timur (Kotim) Kalteng yang hendak melakukan perjalanan keluar kota menggunakan transportasi udara. Tidak sedikit penumpang yang mengaku keberatan dan tidak mengetahui informasi aturan baru ini.

BACA JUGA: Berlakukan Bagasi Berbayar, Citilink Indonesia Lakukan Sosialisasi Secara Intensif

Cindy, misalnya. Dia mengaku keberatan dengan kebijakan baru yang ditetapkan Lion Air Grup. Jika sebelumnya dirinya tidak pernah dikenai biaya bagasi, sekarang dia harus merogoh kocek hingga Rp 400 ribu untuk barang bawaan seberat 8 kilogram.

“Biasanya kalau naik Wings Air melebihi beban 10 kilogram baru dikenakan biaya, sekarang dari 0 kilogram, kalau masuk bagasi, dikenakan biaya,” kata Cindy.

BACA JUGA: Citilink Susul Lion Air Terapkan Bagasi Berbayar Mulai 8 Februari

Selain dikenakan biaya bagasi, Cindy juga membeli tiket untuk tujuan Sampit – Surabaya cukup mahal. “Saya beli sudah Rp 1,4 juta, jujur saja ini cukup memberatkan. Sudah biaya tiket pesawat mahal, ditambah lagi bagasi yang harus berbayar,” keluhnya.

BACA JUGA: Siap-siap, Citilink Mulai Berlakukan Kebijakan Biaya Bagasi

Penumpang di bandara. Ilustrasi Foto: Sutrisno/Radar Banjarmasin/JPNN.com

Zaenal yang juga penumpang Wings Air cukup kaget dengan biaya bagasi, apalagi barang yang dibawa cukup banyak.

“Kaget juga biasanya enggak pernah bayar. Ini harus bayar. Saya enggak punya uang lagi, sampai barangnya tadi dikurangin awalnya 17 kilogram saat ditimbang jadi 15 kilogram. Saya harus bayar Rp 750 ribu,” ujar Zaenal yang hendak pulang ke Lombok.

Adi penumpang Wings Air lainnya mengatakan barang bawaannya harus dimasukkan bagasi karena melebihi batas maksimal beban kabin.

“Barang yang boleh naik kabin maksimal 7 kilogram. Tetapi tadi pas ditimbang bebannya 13 kilogram. Saya negosiasi, saya bersama bapak saya. Jadi saya membawa separuh barang masing-masing, supaya bisa masuk kabin, dan tidak dikenakan biaya,” kata Adi dengan raut wajah penuh kelegaan.

Lain halnya dengan Guntur, salah seorang penumpang NAM Air tujuan Sampit – Jakarta. Dia menuturkan meskipun biaya tiket cukup mahal, tetapi tidak dikenakan biaya bagasi.

“Tiket pesawat memang saya beli cukup mahal, dapat harga Rp 1.680.000 tetapi tadi pas nimbang barang dan masuk bagasi, enggak dikenai biaya tambahan. Tetapi nantinya untuk pesawat Boeing maksimal 10 kilogram dan pesawat type ATR maksimal 5 kilogram. Melebihi dari beban itu maka otomatis dikenai biaya tambahan,” kata Guntur.

BACA JUGA: Calon Penumpang Lion Air Wajib Tahu: Bukan Hanya Bagasi Berbayar

Guntur menambahkan, jika pembelian tiket pesawat sebelum tanggal 29 Januari 2019 maka masih mendapatkan gratis biaya bagasi maksimal 20 kilogram. Tetapi jika membeli tiket melewati tanggal 29 Januari 2019 beban melebihi batas maksimal akan dikenakan biaya Rp 35 ribu per kilogram.

“Saya kan sekarang mau dinas Luar, jadi sudah ditentuin kapan waktu pulang, makanya saya tanya-tanya sama yang jaga. Khawatir juga kalau pulang bagasi saya dikenakan biaya tambahan. Tadi disaranin supaya bayar bagasi langsung pas beli tiket supaya lebih murah karena per kilogramnya cuma Rp 25 ribu. Sedangkan kalau hitung bagasinya di sini (bandara, Red), dikenakan biaya Rp 35 ribu per kilogram,” ujarnya.

Manager Wings Air Cabang Sampit Imam Fakhrurrozi mengatakan, kebijakan baru mengenai pengenaan biaya bagasi bagi penumpang sudah mulai disosialisasikan sejak 3 Januari 2019 dan mulai diterapkan sejak 8 Januari 2019. Namun karena sempat terjadi kehebohan, penerapan aturan ketentuan baru diundur menjadi 22 Januari 2019.

”Selama rentang waktu dari tanggal 8 ke tanggal 22, kita masih menggunakan aturan lama dan baru di tanggal 22 benar-benar diberlakukan untuk seluruh rute domestik,” kata Imam.

BACA JUGA: Bagasi Berbayar, Penumpang Minta Sopir Taksi Antar Pulang Barang

Mengenai biaya bagasi, lanjut Imam, berbeda-beda sesuai dengan rute dan tempat pembelian. Misalkan, membeli di travel agent secara langsung maka biaya bagasi akan lebih murah dibandingkan beli di bandara.

“Jika sudah membayar bagasi berbarengan dengan pembelian tiket, maka biaya akan lebih murah hanya Rp 25 ribu per kilogram, dengan syarat pre-paid/voucher hanya bisa dibeli sebelum 6 jam dari jadwal keberangkatan, jika lewat dari 6 jam maka harus bayar biaya excess baggage,” jelas Imam.

Lebih lanjut, Imam menerangkan, untuk setiap pelanggan atau penumpang yang membawa barang bawaan atau bagasi lebih dari 7 kilogram untuk perorangan akan dikenakan biaya kelebihan bagasi sesuai tarif yang berlaku pada tarif keberangkatan.

“Bagasi kabin tetap gratis dengan syarat membawa satu tas jinjing dengan dimensi 40 cm x 30 cm x 20 cm dan dengan beban tidak melebihi 7 kilogram sedangkan untuk barang yang diikat atau dibungkus tidak akan diaggap sebagai satu buah bagasi kabin,” tandasnya. (hgn/yit)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumlah Penumpang Pesawat Menyusut juga karena Tol Trans Jawa?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler