Hari Anak Nasional, Mendikbud: Situasi Sulit Kuatkan Semangat Belajar Anak Indonesia

Kamis, 23 Juli 2020 – 19:50 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendukung visi dan misi Presiden Jokowi.

Visi yang dimaksud ialah untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, melalui terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, serta berkebinekaan global.

BACA JUGA: Begini Cara Pak Ganjar Merayakan Hari Anak Nasional di Jateng

Anak, dalam hal ini murid, menjadi fokus dari seluruh arah kebijakan dan strategi Kemendikbud untuk menghadirkan pendidikan bermutu tinggi dan menciptakan pelajar Pancasila.

Sejalan dengan fokus Kemendikbud pada murid, Peringatan Hari Anak Nasional 2020 menjadi momentum bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk menyampaikan pesan yang membangun.

BACA JUGA: HAN 2020, Lahirnya Generasi KiHajar yang Melek Teknologi

“Pada situasi pandemi dan adaptasi kebiasaan baru, kita jadi sadar bahwa belajar ternyata dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, dalam kondisi apapun. Situasi yang sulit bukannya mematahkan semangat dalam belajar, tetapi justru semakin menguatkan,” ujar Mendikbud.

Lebih lanjut Mendikbud berpesan, 'Inilah generasi muda Indonesia yang sesungguhnya - generasi yang ulet dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan yang menghadang di depan mata. Selamat Hari Anak Nasional untuk adik-adik sekalian'.

BACA JUGA: Hari Anak Nasional, Momentum Lindungi Anak dari Pandemi Corona

Pada momentum peringatan ini, Mendikbud juga tidak lupa menyampaikan apresiasinya kepada para orang tua dan guru.

“Saya menyadari betul bahwa tugas sebagai orang tua dan guru tidak mudah. Para orang tua dan guru harus mendampingi anak-anaknya belajar sambil menunaikan pekerjaan yang berhubungan dengan mata pencaharian. Jika belajar di rumah sulit bagi anak, bagi orang tua dan guru pun tidak mudah. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian,” pungkasnya.

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional 2020, Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud telah menyelenggarakan Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia, yaitu kegiatan pelatihan dan pengembangan siswa, sekaligus rekreasi bersama keluarga, sepanjang bulan Juli.

Mengambil tema “Anak Gembira, Keluarga Hebat, Indonesia Maju”, sebanyak 2.982 peserta dari jenjang pendidikan PAUD/PAUDLB, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK/SMKLB di seluruh Indonesia telah mengikuti rangkaian kegiatan.

Kemah virtual ini diselenggarakan agar dapat mendorong meluasnya inspirasi anak-anak untuk cinta, paham, dan mengamalkan Pancasila dalam kebinekaan global, serta mempererat hubungan antara anak dengan keluarganya.

Beberapa di antara peserta membuat karya dari kegiatan ini. Lima peserta dengan karya terbaik adalah Jamparing Wesi Aleri, murid TK Gagas Ceria, Bandung (karya: foto dan esai cerita); Selfiani lase, murid SDSLB Karya Murni, Medan (karya: foto dan esai cerita); Pestaria Sinurat, murid SMP RK Budi Mulia Pangururan, Samosir (karya: video bakat), Firdaus Rahmat murid SMA Negeri 5, Makassar (karya: komik); dan Aisya Auliya Sudrajat, murid SMA Negeri 1 Pacitan, Jawa Timur (karya: video).

Kelima pemenang ini berkesempatan berbagi kisah dengan Mendikbud. Kelakar Mendikbud dan anak-anak Indonesia yang inspiratif ini dapat disimak melalui tayangan ‘Kemah Virtual Anak Indonesia: Anak Gembira, Keluarga Hebat, Indonesia Maju’, Jumat, 24 Juli 2020, pukul 10.00-11.00 WIB di TVRI dan kanal YouTube Kemendikbud RI. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler