Hari Raya Nyepi: Ketua DPRD Klungkung Ajak Intropeksi diri

Senin, 11 Maret 2024 – 22:06 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, KLUNGKUNG - Perayaan Nyepi merupakan salah satu perayaan suci umat Hindu ditandai dengan meninggalkan segala aktivitas duniawi dalam kehiningan selama sehari.

Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom mengatakn, perayaan ini mengandung makna spiritual agar umat Hindu membersihkan raga dan jiwanya dari segala hal berbau duniawi.

BACA JUGA: Terima Remisi Khusus Nyepi, 18 Napi Ini Langsung Bebas

"Seluruh umat Hindu diharapkan melaksanakan Catur Brata Panyepian, yakni amati geni (tidak menyalakan api atau cahaya), amati karya (tidak bekerja), amati lelungaan (tidak bepergian) dan amati lelangunan (tidak mencari hiburan)," papar Gde Anom, dalam keterangannya, Senin (11/3).

Gde Anom mengajak masyarakat mengimplementasikan ajaran filsafat Hindu 'Tat Twam Asi' dengan cara bersikap peduli antarsesama. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga.

BACA JUGA: Selama Nyepi Kawasan Gunung Bromo Ditutup dari Aktivitas Wisata

"Peringatan Nyepi merupakan ajang untuk refleksi diri demi menjadi pribadi lebih baik di tahun mendatang," tutur Gde Anom.

Momen merefleksikan diri yang dimaksud berkaitan dengan fenomena kubu-kubu warga yang saling berseberangan, hingga ada yang berkonflik satu sama lain karena beda pilihan politik.

BACA JUGA: Bandara Tak Ada Aktivitas Penerbangan, Jalan di Pulau Bali Lengang Saat Nyepi

"Klungkung berhasil menjalankan pemilu dengan damai, saya berharap rekapitulasi perhitungan suaranya pun berlangsung dengan damai," kata Gde Anom.

Dia pun berharap seluruh pihak bisa bersatu dan tidak berkubu-kubu lagi karena berbeda pilihan politik setelah pemilu.

"Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946, semoga tahun ini membawa lebih banyak kebahagiaan dan kedaiaman," bebernya. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler