Hasil Penelitian Terbaru: Covid-19 Bisa Bertahan Hingga 28 Hari, Rajinlah Cuci Tangan

Selasa, 13 Oktober 2020 – 14:56 WIB
Jangan lupa memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, dan menjaga jarak. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - PENELITIAN dari Australia menemukan virus Covid-19 mampu bertahan di sejumlah permukaan, hingga 28 hari. Karenaitu, penelitian itu menyimpulkan cuci tangan sangat penting untuk melawan Covid-19.

Lembaga penelitian CSIRO menyebut jika virus itu mampu bertahan lama terutama jika menempel pada uang, kaca telepon seluler, dan tembaga tak berkarat.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: FPI Akan Demo, Ini Reaksi Ruhut, Ganjar tak Kecewa, KAMI Balik Mengancam

Pada suhu 20 derajat Celsius, virus tetap berbahaya dan mampu menginfeksi hingga 28 hari, jika menempel pada permukaan yang halus. Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Virology.

Jika dibandingkan, virus influenza mampu bertahan maksimal 17 jam di permukaan benda. "Ini menekankan sangat pentingnya cuci tangan, jika mungkin bersihkan permukaan yang mungkin bersentuhan dengan virus," kata pimpinan peneliti, Shane Riddell.

BACA JUGA: Ini 4 Tahap Cuci Tangan yang Benar untuk Mengusir Covid-19

Percobaan yang dilakukan pada suhu 20, 30, dan 40 derajat Celsius menemukan jika virus mampu bertahan lebih lama di suhu yang lebih dingin, di permukaan yang halus, dan pada kertas dari bank, dibandingkan plastik.

Penelitian menemukan, pada suhu 20 derajat, virus apapun tak bisa dideteksi di baju, setelah 14 hari. Pada 30 derajat, keberadaan virus turun hingga hanya tiga hari di atas katun, dibandingkan jika menempel pada baja dan permukaan halus yang mencapai tujuh hari. Keberadaan virus merosot jauh di suhu 40 derajar.

BACA JUGA: Baca: Ini Cara Mencuci Masker Kain

Seluruh penelitian berlangsung di runag gelap, sebab paparan matahari langsung disebut mampu membunuh virus. "Jadi hasil di dunia nyata bisa jadi akan lebih pendek, dibanding penelitan kami," katanya.

Sementara, Julie Leask, profesor di Sekolah Perawat Susan Wakil di Fakultas Kesehatan Medis Universitas Sydney mengatakan jika penelitian harus dilekatkan pada konteks.

Dia menyebutkan jika penularan virus saat ini lebih banyak terjadi dari kontak dekat dengan penderita Covid-19, "Dibanding tertular dari layar telepon seluler, lima hari setelah melakukan kontak," katanya. (alj/ngopibareng/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler