Hati-Hati! Jika Sampai Adu Penalti Lawan Jerman, Bisa Bahaya Buat Inggris

Selasa, 29 Juni 2021 – 21:49 WIB
Skuad Inggris saat merayakan gol yang bersarang di gawang Kroasia. Foto: AFP - talkSport

jpnn.com, LONDON - Inggris sudah ditunggu Jerman dalam 16 besar EURO 2020 di Stadion Wembley, London, Selasa (29/6) WIB.

Menghadapi Jerman, Tim Tiga Singa bersiap diri apabila terjadi tendangan adu penalti.

BACA JUGA: Benarkah EURO 2020 Kompetisi Terakhir Toni Kroos dengan Timnas Jerman?

Inggris sebetulnya sangat menghindari babak ini karena mereka memiliki rekor buruk di dalamnya. Pada empat kesempatan adu penalti, Timnas Inggris baru sekali menang.

Sementara Jerman memiliki rekor yang lebih baik dalam babak adu penalti, di mana mereka memenangi enam laga dalam gelaran EURO maupun Piala Dunia.

BACA JUGA: Waspadai Permainan Inggris, Manuel Neuer Sebut Jerman Perlu Kendalikan Sektor Pertahanan

Kekalahan terakhir Jerman pada drama adu penalti terjadi di EURO 1976 kala berhadapan dengan Ceko.

Tidak heran rekor mentereng ini membuat Inggris sedikit pesimis apabila laga harus ditentukan melalui adu penalti.

Sebuah media Inggris The Times mengupas bagaimana 33 penendang Jerman selalu berhasil dalam adu penalti, baik di ajang EURO maupun Piala Dunia.

Dari 33 penendang, hanya ada empat pemain Jerman yang gagal menunaikan tugasnya. Ada Uli Stielike yang gagal pada Piala Dunia 1982 saat melawan Prancis, Thomas Muller pada EURO 2016 kontra Italia, Mesut Oezil di EURO 2016 melawan Italia dan Bastian Schweinsteiger saat melawan negara yang yang sama di EURO 2016.

Untuk itu, apabila terjadi adu penalti, kiper Inggris Jordan Pickford disarankan untuk tetap waspada karena rasio kesuksesan Jerman di babak ini mencapai 87%.

Menurut The Times, Jerman jarang menempatkan bola ke arah tengah gawang. Beberapa pemain seperti Thomas Muller, Timo Werner, Ilkay Gundogan, Kai Havertz hingga Toni Kroos cenderung menendang bola ke arah kanan dan kiri.

Untuk Muller dalam sepuluh kali tendangan penalti yang diambil penyerang Bayern Munchen ini, dirinya lebih sering menempatkan bola ke arah kanan. Hal ini sama dengan Gundogan dan Toni Kroos yang selalu menendang bola ke arah kanan.

Sementara untuk Timo Werner, ia lebih suka mengarahkan bola ke kiri.

Untuk Kai Havertz dalam tujuh kali penalti, penyerang sayap Chelsea ini tiga kali menembak kearah kiri, satu kearah tengah dan tiga kearah kanan.

Patut dinantikan laga kedua negara karena dalam pertemuan terakhir pada Piala Dunia 2010, laga sedikit berjalan kontroversi untuk gol dari Frank Lampard tidak disahkan meskipun telah melewati garis gawang. Laga berkesudahan untuk kemenangan Jerman dengan skor 4-1. (thetimes/mcr16/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Muhammad Naufal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler