HDI Menyerahkan Donasi Rp 1,2 Miliar kepada BenihBaik.com

Selasa, 02 Februari 2021 – 00:03 WIB
HDI menyerahkan donasi Rp 1,2 miliar kepada BenihBaik.com. Foto: HDI

jpnn.com, JAKARTA - High Desert International (HDI) makin all out menunjukkan komitmennya melakukan aksi sosial.

Perusahaan MLM penyedia produk kesehatan berbasis hasil perlebahan dan madu itu terus melakukan aksi nyata.

BACA JUGA: Radja Galang Donasi Lewat Konser Peduli Kalimantan Selatan

Salah satunya ialah memberikan bantuan berupa buku kepada BenihBaik.com dan program pendidikan untuk anak-anak panti asuhan.

Donasi ini dikumpulkan para anggota HDI melalui kegiatan HDI Make Life Meaningful sepanjang Desember 2020.

BACA JUGA: Prihatin Banjir Kalimantan Selatan, Radja Galang Donasi Bareng JPNN.com

Program yang berlangsung pada 1-31 Desember 2020 ternyata berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1.209.560.000 yang selanjutnya diserahkan kepada BenihBaik.com.

CEO dan Chairman HDI Brandon Chia menjelaskan, banyak yang menuduh HDI merupakan money game dan hanya berorientasi keuntungan.

Menurut dia, hal itu terjadi karena kemungkinan besar para korban tertipu skema bisnis MLM.

Namun, setelah bergabung dengan HDI, tidak sedikit enterpriser mengaku berterima kasih.

Sebab, melalui bisnis HDI, mereka berhasil menemukan nilai dan tujuan hidup untuk menolong orang lain.

Hal itulah yang membuatnya makin yakin bahwa bisnis HDI harus lebih daripada sekadar menghasilkan uang.

“Akan tetapi, sebagai perwujudan ide membawa makna positif dalam kehidupan tiap orang, baik enterpriser maupun masyarakat secara umum," kata Brandon Chia.

Founder BenihBaik.com Andy F Noya  yang menyatakan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar HDI melalui donasi itu.

“HDI adalah komunitas yang penuh dengan energi kebajikan, karena gerakan yang dilakukan selalu penuh dengan nilai-nilai positif,” ujar Andy.

Sejak awal didatangi HDI mengenai rencana donasi buku-buku untuk panti-panti asuhan, Andy mengaku langsung bersemangat.

Sebab, dia percaya bahwa buku merupakan sumber ilmu yang tak akan pernah kering dan bisa diakses anak-anak panti asuhan, khususnya di daerah.

“Saya melihat sendiri ternyata di desa-desa banyak anak-anak yang belum memiliki akses internet, apalagi di panti asuhannya. Buku merupakan medium untuk membawa ilmu pengetahuan,” kata dia. (jos/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler