Heboh Perundungan di Binus School Serpong, Sahroni Sentil Pihak Sekolah

Selasa, 20 Februari 2024 – 17:30 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni. Foto/arsip: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyoroti heboh kasus dugaan perundungan yang dialami seorang siswa SMA Binus School Serpong, Tangerang Selatan oleh anggota geng di sekolah tersebut.

Saat ini kasus dugaan perundungan yang disebut-sebut melibatkan anak artis Vincent Rompies itu sedang diusut oleh polisi dari Polres Tangsel.

BACA JUGA: Begini Perkembangan Kasus Perundungan yang Diduga Libatkan Anak Vincent Rompies

Sahroni pun meminta pihak kepolisian memeriksa dan memproses hukum semua pihak yang terlibat dan terkait tanpa terkecuali. Dia mengatakan kasus bullying adalah masalah darurat yang terjadi pada pelajar, apa pun latar belakangnya.

"Ini bukan pertama kalinya saya speak up terkait bullying. Hal ini karena saya melihat betapa bullying ini sudah mewabah di kalangan pelajar," ujar Sahroni.

BACA JUGA: Diduga Anak Vincent Rompies Terlibat Kasus Perundungan, Pihak Sekolah Buka Suara

Politikus NasDem itu bahkan mengatakan bila dulu perundungan identik terjadi pada anak-anak dengan latar belakang premanisme, kini bullying sudah ditemukan sekolah dengan embel-embel internasional.

Dia pun menekankan bahwa peran sekolah menjadi penting sekali dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan lembaga pendidikan

BACA JUGA: Real Count KPU: Lihat Suara Ruhut Sitompul, Romo Syafii hingga Sri Mulyani di Sumut

"Saya yakin sebenarnya sekolah pasti tahu bahwa ada kelompok anak-anak sok jagoan di lingkungannya. Ya, tetapi mereka pura-pura tidak tahu saja sampai akhirnya terjadi bullying seperti ini," tutur Sahroni dalam keterangannya hari ini (20/2).

Oleh karena itu, dia meminta kepolisian tegas dalam menindak pelaku perundungan, karena itu sangat penting dalam menunjukkan keseriusan negara memutus rantai bullying.

Menurut dia, kasus-kasus bullying sudah sangat meresahkan dan tidak semua dapat viral. Maka, perundungan di Serpong tersebut harus diselesaikan dengan tegas agar menjadi contoh dan pelajaran bagi semua.

"Bubarkan geng-geng yang sok kuat. Buka posko aduan di sekolah, baik negeri maupun swasta. Kerja sama dengan pihak sekolah untuk selalu memantau bibit-bibit munculnya bullying," kata Sahroni.

Selain itu, dia meminta polisi menangani kasus perundungan di lingkungan pendidikan tersebut sampai tuntas.

"Sudah saatnya kita serius memutus rantai bullying di ranah pendidikan. Jadi, jangan anggap remeh kasus ini,” ucapnya.

Sahroni juga mengingatkan agar kepolisian tidak mengedepankan pendekatan restorative justice dalam penyelesaian kasus perundungan tersebut.

"Penyelesaian dengan restorative justice boleh-boleh saja, tetapi bukan jadi opsi yang utama. Kita lihat dahulu sejauh apa perbuatan mereka selama ini," kata Sahroni.(fat/jpnn.com)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler