Hentikan Rekor Lawan

Minggu, 10 Juni 2012 – 18:41 WIB

POZNAN –  Republik Irlandia dan Kroasia harus menempuh jalur yang sama untuk lolos putaran final Euro 2012.  Menyandang status runner up di klasemen akhir kualifikasi, keduanya harus menjalani partai playoff.   Nah, dengan status tersebut, tak berlebihan jika keduanya hanya dianggap sebagai pelengkap di grup C. 

Predikat ini tak membuat keduanya minder.  Kubu Irlandia misalnya.  Skuad asuhan Giovanni Trapattoni itu siap membuat kejutan di fase grup.   Kroasia yang menjadi lawan perdana di grup C dini hari nanti WIB pun (siaran langsung RCTI pukul 01. 30 WIB) siap untuk dilibas.

Sesumbar ini sangat beralasan jika menilik catatan Irlandia yang belum terkalahkan dalam 14 laga terakhir.   Optimisme The Boys in Green-julukan timnas Irlandia makin membumbung lantaran dalam enam pertemuan melawan Kroasia, mereka baru menelan satu kekalahan.
   
‘’Saya sudah berhadapan dengan Kroasia berkali-kali, juga di laga persahabatan. Saya harus mengatakan, saat ini mereka punya pemain yang lebih kreatif dari yang kami miliki,’’ beber Trapattoni pada AFP.
   
Karena sudah sering bertemu, baik saat menangani Irlandia maupun timnas Italia, Trapattoni pun mengaku sudah punya cara jitu untuk menjinakkan Kroasia.
   
‘’Pertandingan pertama selalu sulit.  Saya juga berharap laga Italia melawan Spanyol berakhir seri untuk memudahkan langkah kami,’’ ujar pelatih tertua di Euro 2012 itu.
   
Optimisme juga diusung kubu Kroasia.  Tim asuhan Slaven Bilic ini yakin bisa menodai rekor lawan yang belum terkalahkan dalam 14 laga terakhir.  Modal Kroasia cukup mumpuni untuk mewujdukan ambisi tersebut.  Sebab, mereka memiliki barisan tengah yang kreatif seperti Luka Modric, Darijo Srna dan Niko Krandjcar.
   
Memang, Kroasia sempat menghadapi kendala menyusul absennya Ivica Olic, dan kemungkinan Vedran Corluca. Namun, Bilic masih memiliki Eduardo da Silva dan Nikica Jelavic yang produktif bersama klubnya masing-masing.
   
Nah, agar skenario mematahkan rekor lawan terwujud, Bilic meminta pemainnya mewaspadai serangan balik dan bola-bola mati Irlandia.  Sebab, lewat dua skema itulah Irlandia kerap mencetak gol ke gawang lawan.
   
‘’Mereka berbahaya dengan beberapa ke pemain depan yang benar-benar bagus. Dua striker dan dua pemain melebar yang sangat cepat. Satu lawan satu, mereka dapat menentukan permainan,’’ kata Bilic. (ady/bas)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Balap Sepeda TdS Masuki Etape Terakhir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler