Hidayat Nur Wahid: Umat Islam Fitrahnya Menjaga NKRI

Jumat, 04 Agustus 2017 – 07:18 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (kedua kiri) membuka sekaligus menjadi narasumber acara sosialisasi Empat Pilar MPR bekerja sama dengan Ikatan Da'i Indonesia Kota Surabaya, Kamis (3/8). Humas MPR

jpnn.com, SURABAYA - Ketua Ikatan Da'i Indonesia Kota Surabaya, Ustaz Fathurahman menyatakan, jangan pernah meragukan kecintaan umat Islam terhadap Negara Kesatuan Indonesia (NKRI). Dalam sambutannya selaku ketua penyelenggara sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Wanita Chandra Kencana, Jalan Kalibokor, Kota Surabaya, Kamis(3/8/2017) malam, Fathurahman menegaskan, umat Islam punya komitmen menjaga Empat Pilar.

"Cinta Tanah Air adalah fitrah kita dan kita berijtihad untuk menciptakan negara Indonesia yang baldatun toyyibatun wa rabbun gafur," katanya di hadapan 400 peserta sosialisasi Empat Pilar yang terdiri dari para da'i dan jamaah pengajian dari berbagai kecamatan di Kota Surabaya.

BACA JUGA: Lepas Jemaah Haji, Zulkifli Hasan Titip Doa Untuk Negeri

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka dan juga menjadi narasumber acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh MPR bekerja sama dengan Ikadi Kota Surabaya ini. Narasumber lainnya adalah H. Sigit Sosiantomo, anggota MPR Fraksi PKS dapil Jawa Timur.

Hidayat Nur Wahid juga menegaskan bahwa komitmen umat Islam untuk terus menjaga NKRI ini memang sudah fitrahnya umat Islam. Bahkan, di Surabaya ini terjadi peristiwa heroik melawan penjajah Belanda. Lalu dengan fafwanya K.H. Hasyim Azhari yang dikenal dengan Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945, yang kemudian menghadirkan peristiwa bersejarah 10 November.

BACA JUGA: Zulkifli Hasan: Karena Pendidikan, Anak Desa Bisa Jadi Presiden

"Jadi, memang fitrahnya umat Islam menjaga NKRI, menjaga kedaulatan Indonesia, dan kemerdekaan Indonesia," tegas Ketua MPR periode 1999 - 2004 ini. Tapi, fitrah semacam ini, kata Hidayat, harus dipahami betul oleh umat Islam sehingga umat Islam tidak memusuhi Indonesia. Juga jangan sampai umat Islam dijadikan kambing hitam untuk dimusuhi, diadu domba, dikriminalisasi.

"Karena kalau bicara tentang NKRI, tentang Indonesia, di situ ada peran umat Islam yang sangat luar biasa," ujar Hidayat.

BACA JUGA: Ketua MPR Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Sumatera Bagian Selatan

Nur Wahid kepada para wartawan. Oleh karena itu, Hidayat Nur Wahid berharap, hendaknya kita betul-betul kembali pada prinsip negara hukum, tidak ada yang dikriminalisasi dan tidak ada yang melakukan tindakan yang tidak adil.

Hidayat menyatakan hal itu, karena ada yang ingin mengkotakkan-kotakkan, seolah-olah kalau pro Islam tidak pro NKRI atau kalau pro Islam, pro 212 seolah-olah membahayakan Pancasila. Menurut Hidayat Nur Wahid, sangat mungkin mereka ini punya agenda yang tidak suka Indonesia maju, kuat, atau tidak suka kalau umat Islam bersama Pemerintah. Mereka ingin terjadinya pelemahan, supaya Indonesia kembali terjajah.

Untuk itu, Hidayat Nur Wahid mengingatkan, jangan sampai kita terjebak pada skenario adui domba antara umat beragama dengan Pemerintah, antara umat beragama dengan TNI, atau antara TNI dengan umat beragama. Maka, kata Hidayat Nur Wahid, perlu ditegaskan kembali bahwa citra umat Islam adalah menyepakati hadirnya Pancasila, menyepakati NKRI, dan menyelamatkan Proklamasi Indonesia dan fitrah ini penting dipahami umat Islam.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua MPR: Sekarang Seseorang Dikatakan Hebat Kalau Uangnya Banyak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR  

Terpopuler