Hizbullah: Amerika Serikat Hanya Punya Dua Pilihan

Senin, 13 Januari 2020 – 17:29 WIB
Tentara Hizbullah. Foto: AEP

jpnn.com, BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah memastikan bahwa Iran dan sekutu-sekutunya tidak akan tenang sebelum kematian Mayor Jenderal Qassem Soleimani terbalaskan. Satu-satunya balasan yang pantas adalah penarikan total pasukan Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah.

"Amerika harus memindahkan pangkalan, tentara, perwira, dan kapal mereka dari wilayah kami. Mereka harus pergi," ujarnya saat berpidato di Lebanon, Minggu (12/1).

Seperti diketahui, Qassem Soleimani bertanggung jawab memperluas pengaruh militer Iran dengan membina dan memfasilitasi milisi-milisi Syiah di kawasan Timur Tengah. Hizbullah adalah salah satu milisi tersebut.

BACA JUGA: Mantan Petinggi Hizbullah Ditemukan Tewas di Apartemen

Tidak heran kematian komandan Pasukan Quds tersebut dianggap sebagai serangan personal terhadap Hizbullah. Menurut Nasrallah, sekutu-sekutu Iran lainnya di kawasan juga merasakan kemarahan yang serupa. "Saya yakin sudah waktunya bagi poros perlawanan mulai beraksi," tegas dia.

"Kami berbicara tentang dimulainya fase, tentang pertempuran baru, tentang era baru di wilayah ini," katanya lagi.

BACA JUGA: Hizbullah Klaim Tembak Jatuh Drone Israel

Menurut Nasrallah, Amerika Serikat sekarang hanya punya dua pilihan. Tinggalkan Timur Tengah secara sukarela, atau dalam peti mati. "Alternatif dari pergi secara vertikal adalah pergi secara horisontal," ujar Nasrallah.

Bertepatan dengan pidato tersebut, sebuah roket menghantam pangkalan udara Irak di utara Baghdad. Pangkalan itu diisi oleh pasukan AS. Menurut penuturan pihak keamanan, beberapa tentara Irak terluka. Belum ada klaim dari pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam insiden tersebut. (rmol/ant/dil/jpnn)

BACA JUGA: Hizbullah Takut Memulai Perang Baru dengan Israel

Ramalan Mbah Mijan Ngeri! Bencana Besar Diprediksi Bakal Terjadi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler