Honorer K2 Dukung Demo Mahasiswa, Asalkan Bukan Turunkan Jokowi

Sabtu, 28 September 2019 – 18:48 WIB
Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Para pengurus Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) mendukung aksi demo mahasiswa dan pelajar yang marak belakangan ini. Mereka menilai aksi demo menyuarakan aspirasi masalah bangsa merupakan salah satu implementasi dari pendidikan bela negara.

"Selamat berjuang anak-anakku. Kami mendukung perjuangan kalian. Kami bangga karena ternyata kalian punya perhatian terhadap masalah bangsa," kata Ketum PHK2I Titi Purwaningsih kepada JPNN.com, Sabtu (28/9).

BACA JUGA: 30 September, Demo Mahasiwa Besar-besaran Part 3

Dia menilai, aksi demo yang terbilang masif ini karena rakyat sudah muak dengan drama politik. DPR yang menjadi wadah rakyat malah menelorkan RUU kontroversial. Ironisnya Presiden Jokowi seakan tidak berdaya menghadapi tekanan-tekanan.

"Sekarang ini anak-anakku, kalian berjuang bela negara, berikutnya bela honorer. Sebab, tidak sedikit mahasiswa yang turun aksi adalah anak-anak honorer K2. Dan, para pelajar itu anak didik guru honorer juga," terangnya.

BACA JUGA: Dikawal Jutaan Pendukung, Pelantikan Jokowi Maju Sehari

Koordinator Wilayah PHK2I Jawa Timur Eko Mardiono mengungkapkan, putrinya yang mahasiswi salah perguruan tinggi top juga ikut aksi demo di Surabaya. Perjuangannya jelas, menuntut pemerintah dan DPR membatalkan UU/RUU yang menyengsarakan rakyat, di antaranya UU KPK, RUU Agraria, RKUHP, RUU Pemasyarakatan, dan lainnya.

"Demo di Surabaya jelas menuntut UU KPK dibatalkan dan sejumlah RUU dicabut. Demonya bukan untuk menjatuhkan presiden. Kalau ada upaya menjatuhkan presiden, kami yang akan berdiri di garda terdepan," ujar Eko.

BACA JUGA: Massa Aksi 212 Siap Gabung Demo Mahasiswa 30 September

Dia mengakui setiap aksi pasti ada oknum yang ingin merecoki. Itu sebabnya, perjuangan mahasiswa harus fokus, jangan mudah diprovokasi.

Hal senada diungkapkan Titi. Beberapa kali demo honorer K2 selalu diisukan ditunggangi elite politik. Padahal perjuangannya murni ingin mendapatkan status PNS.

"Saya yakin mahasiswa dan pelajar masih murni pemikirannya. Mereka berjuang untuk rakyat. Yang enggak tahu diri itu orang-orang yang mendompleng aksi tersebut," tandas Titi. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler