HUT Ke-30, BEI Tanam 3.000 Bibit Pohon di Lereng Gunung Merapi

Sabtu, 03 September 2022 – 18:20 WIB
Karyawan BEI dan IDX menanam 600 bibit pohon mahoni dan alpukat di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Foto: Humas BEI

jpnn.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari regulator di pasar modal Indonesia berkomitmen dan berperan aktif dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal itu merujuk pada Perpres No. 59 tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

BACA JUGA: Melantai di BEI, Tera Data Indonusa Raih Dana IPO Sebesar Rp 145,617 Miliar

Direktur BEI Risa E. Rustam mengatakan pihaknya telah melaksanakan inisiatif untuk mewujudkan serangkaian program keuangan berkelanjutan.

Menurut Risa, dalam rangka memperkuat program-program keuangan berkelanjutan tersebut, secara sistematis BEI telah menyusun rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB), salah satunya berfokus pada kinerja keberlanjutan aspek lingkungan hidup.

BACA JUGA: BEI: GoTo Merupakan Decacorn Pertama yang Tercatat di Bursa Asia

“Untuk itu, bersamaan dengan kegiatan IDX Team Building 2022 yang merupakan rangkaian acara peringatan HUT ke-30 BEI, kami melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR) penghijauan kembali berupa penanaman 3.000 bibit pohon mahoni dan alpukat di lereng Gunung Merapi, Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta,” ujar Risa, Sabtu (3/9).

Risa menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh direksi, dewan komisaris dan karyawan BEI dengan total sebanyak 561 peserta.

BACA JUGA: Resmi Melantai di BEI, Saham GOTO Memelesat, Tertarik?

Selain itu, sebanyak kurang lebih 600 bibit akan ditanam serentak oleh para karyawan peserta IDX Team Building 2022 di lokasi tanam dengan diikuti seremonial acara.

“Selebihnya bibit akan ditanam oleh karang taruna dan warga setempat,” kata Risa.

Kemudian, Risa menjelaskan, wilayah lereng Gunung Merapi terutama di bagian Selatan dipilih menjadi area penghijauan karena 80 persen sumber utama mata air bersih di Yogyakarta berasal dari lereng Selatan gunung Merapi.

Namun, saat ini akibat aktivitas penambangan pasir yang kurang terkendali menyebabkan banyak titik sumber air bersih yang terancam kering.

“Diperlukan tindakan nyata dan segera untuk menghijaukan kembali area sumber air melalui penanaman pohon di area tersebut untuk menyelamatkan sumber air dan alam di lereng Gunung Merapi,” ungkapnya.

Risa mengatakan pohon mahoni dan pohon alpukat dipilih karena merupakan pohon yang berbatang keras, berumur panjang, mampu menyerap polusi udara, dan menghasilkan oksigen yang menyegarkan udara sehingga sesuai untuk dimanfaatkan sebagai pohon penghijauan.

Selanjutnya, pohon alpukat sangat cocok dengan kontur tanah sekitar Gunung Merapi dan memiliki akar yang berfungsi utama menyerap air.

“Pasca penanaman, BEI berkomitmen melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan karang taruna untuk melakukan  perawatan secara berkala dan memastikan bibit pohon yang ditanam tumbuh dengan baik sehingga tujuan utama berupa penghijauan di lereng Gunung Merapi dapat terwujud," tegasnya. (mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BEI   bibit pohon   CSR   Gunung Merapi  

Terpopuler