HUT ke 66 Provinsi Riau, Ekonomi Tumbuh Sebesar 4,88 Persen

Kamis, 10 Agustus 2023 – 06:50 WIB
Gubernur Riau Syamsuar. Foto:Media Center Riau.

jpnn.com, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan bahwa pada triwulan II 2023, ekonomi Provinsi Riau tumbuh sebesar 4,88 dan merupakan sebuah kado istimewa untuk perayaan hari ulang tahun (HUT) Riau ke 66.

Gubri Syamsuar mengatakan jika tiga tahun lamanya bangsa Indonesia berusaha bertahan, bangkit, dan berhasil melawan pandemi Covid-19.

BACA JUGA: BPS Catat Inflasi Mei Rendah Banget, Paling Cekak selama 2023

Saat itu, Pemprov Riau fokus pada penanganan dan pemulihan dampak Covid-19.

Di mana Pemprov Riau dituntut untuk dapat berinovasi, dengan terus bersinergi menyatukan Visi dan Misi dalam mewujudkan pembangunan Provinsi Riau yang telah direncanakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2024.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca di Riau Hari Ini, Sebagian Daerah Diprediksi Hujan

“Pada RPJMD tahun 2019-2024, pertumbuhan ekonomi Riau ditargetkan sebesar 3,75 persen. Namun,meksipun memiliki tantangan tersendiri akibat Covid-19,” kata Syamsuar Rabu (9/8).

Namun, Ekonomi Riau Triwulan II 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,88 persen (y-on-y), dan melewati target yang telah ditetapkan.

BACA JUGA: Riau Bhayangkara Run Sukses Digelar, Irjen Iqbal Ditantang Bikin Acara Berskala Internasional

"Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia. Capaian pembangunan Provinsi Riau juga menunjukkan tren positif," lanjutnya.

Eks Bupati Siak itu mengungkapkan berdasarkan hasil analisis Indeks Williamson Provinsi Riau pada 2022 sebesar 0,281, lebih baik dari capaian tahun 2021 sebesar 0,285.

Sedangkan untuk Indeks Gini Ratio pada 2022, lebih baik dari pada target yang ditetapkan, yaitu sebesar 0,323 poin. Bahkan lebih baik dari capaian nasional sebesar 0,381 poin.

Selanjutnya indikator makro Indeks Daya Saing Daerah, capaian 2022 sebesar 3,16, meningkat jika dibandingkan tahun 2021, yang hanya sebesar 2,98.

Sedangkan target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada RPJMD 2019-2024 adalah sebesar 72,97-73,6. Adapun capaian IPM pada tahun 2022 sebesar 73,52 (kategori tinggi), telah melewati target RPJMD capaian 2023, dan lebih tinggi dari capaian nasional, yaitu sebesar 72,91. 

"Dengan demikian, IPM Provinsi Riau berada pada peringkat tujuh tertinggi se Indonesia dan peringkat dua se Sumatera," ujarnya.

Syamsuar menyebut laporan capaian realisasi investasi Provinsi Riau pada tahun 2022 termasuk ke dalam lima terbaik nasional, ditandai dengan realisasi investasi sebesar Rp 82,5 Triliun, telah mencapai 135,8 persen dari target yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp 60,8 Triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 50.888 orang.

Lalu Gubri menambahkan, pada 2023, realisasi investasi telah ditetapkan sebesar Rp 90 Triliun. Kemudian sebutnya, untuk realisasi Investasi sampai dengan Triwulan II, telah mencapai Rp 9,1 Triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 33.218 orang.

"Tingginya Investasi di Provinsi Riau, berdampak pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Riau Februari 2023 sebesar 4,25 persen, turun sebesar 0,15 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022. TPT Provinsi Riau lebih rendah dari capaian Nasional, yaitu sebesar 5,45 persen," katanya. 

Pria bergelar adat Datuk Seri Setia Amanah ini mengungkapkan, secara tahunan inflasi Riau pada Juli 2023 mencapai 1,96 persen, lebih rendah jika dibandingkan inflasi Juli 2022 (7,04 persen), dan terus menunjukkan tren penurunan sejak Desember 2022. 

Menurut Syamsuar, ada beberapa faktor yang menyebabkan inflasi di Riau terus mengalami penurunan.

Di antaranya adalah ketersediaan bahan pokok, dengan demikian harga-harga bahan pokok tersebut juga terpantau stabil. Kemudian juga sudah dilakukan operasi pasar serta gerakan menanam cabai dan padi ditingkatkan.

Oleh karena itu, Syamsuar menyampaikan apresiasi kinerja semua pihak yang telah berusaha menurunkan inflasi di Riau. Dia berharap hal ini dapat kita pertahankan, demi pertumbuhan ekonomi yang semakin baik. 

"Perekonomian Riau menunjukkan tren pemulihan yang kuat. Menurut data BPS Provinsi Riau, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Provinsi Riau. Pada tahun 2022, jumlah penduduk miskin tercatat 500,81 ribu jiwa, menjadi 485,03 ribu jiwa di tahun 2023," pungkas Syamsuar. (mcr36/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Syamsuar   Ekonomi   Riau   BPS   inflasi  

Terpopuler