HUT KORPRI ke 47, KLHK Bekali Birokrat dengan Pancasila

Jumat, 30 November 2018 – 07:00 WIB
Pembinaan Pegawai sekaligus resepsi peringatan Hari KORPRI ke 47. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - KLHK selenggarakan kegiatan Pembinaan Pegawai sekaligus resepsi peringatan Hari KORPRI ke 47, Kamis (29/11).

Kegiatan ini dalam rangka penyegaran Aparatur Sipil Negara (ASN) KLHK, sekaligus memompa semangat para birokrat KLHK yang sedang memperingati hari KORPRI supaya lebih giat bekerja serta melayani masyarakat guna mensukseskan pembangunan.

BACA JUGA: Portal Data Alam, Inovasi Baru dari KLHK

Dalam pembukaan kegiatan, Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono membacakan sambutan Menteri LHK yang menyatakan bahwa anggota KORPRI harus terus melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, bisa makin cepat, bisa makin baik.

"Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktivitas dan menghambat percepatan laju pembangunan nasional," ujar Bambang

BACA JUGA: Ma’ruf Cahyono: Anggota Korpri Harus Tingkatkan Etos Kerja

Menteri LHK juga melanjutkan bahwa sesuai amanat Presiden bahwa anggota KORPRI haruslah menjadi aset bangsa, yang menjadi bagian dari solusi bangsa, dan bukan malah menjadi bagian dari masalah bangsa.

KORPRI adalah salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman.

BACA JUGA: Selamat Ultah buat Korpri, Ini Pujian & Harapan dari Jokowi

Dalam kegiatan ini KLHK juga mengundang Yudi Latif, Phd. mantan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang saat ini menjadi Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) dan Direktur Eksekutif, Reform Institute untuk memberikan pembekalan kepada ASN KLHK tentang nilai-nilai penting Pancasila dalam menjaga persatuan Indonesia.

"Sebagai negara yang terdiri dari gugusan pulau-pulau yang memiliki keragaman baik dari wilayahnya maupun dari suku, ras dan agamannya, Indonesia membutuhkan satu titik temu nilai yang bisa menyatukan segala perbedaan itu. Titik temu itu adalah Pancasila," ujar Yudi.

Yudi Latif juga menyampaikan bahwa kaidah emas yang sangat penting untuk merawat persatuan Indonesia adalah gotong royong yang merupakan nilai utama dari Pancasila yang harus dipahami oleh seluruh rakyat terutama oleh para birokrat.

"Kalau diperas, Pancasila itu menjadi gotong royong, mengapa demikian karena gotong royong mampu mengembangkan persaudaraan melintasi batas-batas perbedaan. Gotong royong ini merupakan kaidah emas," jelas Yudi

Dijelaskan pula oleh Yudi bahwa nilai Pancasila sangat cocok dengan upaya menjaga lingkungan dan alam. Karena Pancasila tersusun dari penjabaran dari nilai-nilai yang bersumber dari hubungan manusia dengan tuhan (dunia atas), sesama (dunia tengah) dan alam (dunia bawah).

Acara Resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI ke 47 ini juga dimeriahkan dengan kehadiran salah satu diva musik Indonesia, Rosa. Diva penyanyi ini membawakan beberapa lagu untuk menghibur para birokrat di KLHK.

Rangkaian peringatan hari Korpri di KLHK sendiri sudah dilaksanakan mulai 21 November yang lalu, yaitu dengan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan seperti donor darah, lomba catur, gaple, pengucapan ikrar Panca Prasetya Korpri, olahraga bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, futsal, basket, senam bersama, bazar murah, pasar rakyat hasil hutan bukan kayu, pengiriman personil pada MTQ Nasional, dan pemberian penghargaan Satyalencana Wira Karya kepada sembilan orang penerima.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nugie dan Andi Noya Raih Tanda Kehormatan dari KLHK


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler