ICM Siapkan Berbagai Layanan yang Bikin Nyaman Generasi Milenial Tinggal di Apartemen

Selasa, 08 September 2020 – 21:02 WIB
Ilustrasi hidup di apartemen. Foto: dokumen pribadi untuk jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Operasional Inner City Management (ICM) Krisdiarto Adi Pranoto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, tren kaum milenial tinggal di apartemen terus mengalami peningkatan.

Salah satu indikatornya bisa dilihat dari tren pertumbuhan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) perbankan oleh generasi milenial (26-35 tahun) terus menunjukan angka positif, terutama periode 2014 - 2017.

BACA JUGA: Seperti ini Cara ICM Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Apartemen

Saat ini saja, dari 45 site apartemen yang dikelola ICM, sekitar ±70% persen dihuni oleh generasi milenial.

“Itu keseluruhan, baik yang dibeli sendiri oleh milenial, maupun milik orang tuanya yang ia huni,” kata Krisdiarto.

BACA JUGA: Anya Geraldine dan Kekasihnya Putus, Rizky Febian dan Sule Diancam Ingin Dibunuh

Di luar itu, ada juga generasi milenial yang hanya sebagai penyewa. Milenial seperti ini umumnya punya mobilitas yang tinggi untuk jangka waktu tertentu, sehingga mengharuskan dia tinggal sementara di suatu lokasi.

“Ada juga yang ingin membeli, namun ketersediaan unit di lokasi tersebut sedang tidak ada, sehingga dia memilih sewa. Jadi banyak faktor kaum milenial memilihi tinggal di apartemen,” jelas Krisdiarto.

BACA JUGA: Begini Reaksi Kiki The Potters Bila Diajak Kerja Sama Bareng Nikita Mirzani

Karena itu, dukungan pemerintah untuk mendorong kaum milenial tinggal di apartemen, terutama di kota-kota besar sangat positif. Hal itu untuk menyiasati keterbatasan lahan dan harga yang sesuai kemampuannya.

“Milenial ini usia produktif, aktivitas atau mobilitas yang mereka lakukan itu dapat mendorong roda perekonomian. Sehingga ada dampak positifnya terhadap produktivitas negara ini,” katanya.

Menurut Krisdiarto, ICM sebagai perusahaan konsultan pengelolaan properti, pihaknya turut berupaya meningkatkan layanan agar penghuni apartemen dari kaum milenial merasa nyaman.

Sebagai konsultan pengelola, ICM tidak hanya dituntut profesional dalam mengelola fisik gedung, tetapi juga harus pandai mengelola dinamika sosial para penghuninya.

“Untuk itu kami mendukung serta memfasilitasi penghuni dalam melakukan hobi atau kesenangan lainnya secara bersama-sama hingga membentuk berbagai komunitas di lingkungan apartemen-apartemen yang dikelola,” tutur Krisdiarto.

“Fasilitas yang kami sediakan ini juga untuk menghemat waktu serta biaya apabila penghuni ikut komunitas fitness/senam di luar lingkungan apartemen. Di sini para anggota tidak perlu mengeluarkan biaya tapi bisa mempererat hubungan sebagai satu keluarga serta menambah wawasan pengetahuan dari penghuni lainnya,” imbuh Manager Community Care ICM Rusli Usman.

Selain aktifitas yang lengkap, layanan lain yang juga disediakan ICM antara lain keamanan hunian yang baik, layanan internet berkecepatan tinggi, dan sistem pembayaran nontunai di lingkungan apartemen.

Dengan berbagai dukungan dari pemerintah, Krisdiarto yakin ke depan akan semakin banyak milenial yang memilih tinggal di apartemen, terutama di kota-kota besar.

Salah satunya yaitu Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan untuk memulihkan sektor properti akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan keinginan pihaknya mendorong pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan agar generasi milenial memiliki hunian yang sehat, berkualitas, nyaman dengan harga yang terjangkau melalui fasilitas pembiayaan dari pemerintah.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler