Ikhwan Arif: Ganjar Makin Sulit Jadi Capres jika KIR dan KIB Bergabung

Senin, 13 Februari 2023 – 08:05 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif menilai jika Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) maka posisi Ganjar Pranowo makin sulit maju jadi Capres pada Pilpres 2024. Ilustrator. Foto: Sultan Amanda/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif menilai jika Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) maka posisi Ganjar Pranowo makin sulit maju jadi Capres pada Pilpres 2024.

Hal itu bisa terjadi setelah Airlangga dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menggelar pertemuan dan kemungkinan akan membentuk koalisi besar.

BACA JUGA: Srikandi Ganjar Jabar Bangkitkan Gairah Olahraga Milenial Indramayu

Menurut Ikhwan, dua koalisi mengalami tarik-menarik dalam penentuan paket Capres-Cawapres.

"Kuatnya daya tarik-menarik figur capres dan cawapres, tidak menutup kemungkinan adanya sinyal kocok ulang paket komplet capres dan cawapres. Apalagi setelah pertemuan politik Partai Golkar dan PKB antara Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar yang berkemungkinan besar membentuk koalisi besar,” ungkap Ikhwan seperti dilansir JPNN Papua pada Senin (13/2).

BACA JUGA: KIB dan KIR Berpotensi Lahirkan Koalisi Super, PDIP Dijamin Kelabakan

Dengan bergabungnya KIB dan KIR maka bakal mempersulit posisi Ganjar yang diduga bakal sebelumnya akan diusung oleh KIB jika gagal dideklarasikan oleh PDIP.

“Kesempatan Ganjar makin sempit. Sebelumnya ada sukarelawan Ganjar yang membubarkan diri, jika KIR bergabung ke KIB. Ganjar tidak hanya bersaing dengan para Ketua Umum anggota KIB, meskipun PAN dan PPP mengusung Ganjar untuk mendapatkan tiket bakal capres, tetapi akan sulit bagi Ganjar ketika ada Prabowo yang berambisi maju di Pilpres 2024,” ujar Ikhwan Arif.

BACA JUGA: Sikapi Pertemuan Airlangga dan Muhaimin, Pengamat: PKB Bergabung ke KIB Lebih Realistis

Menurut Ikhwan, pilihan satu-satunya adalah apabila Ganjar bisa maju sebagai bakal capres melalui PDIP.

Namun, kata dia, hingga hari ini PDIP belum juga memutuskan siapa yang akan diusung, ditambah lagi KIB dan KIR juga Tarik-menarik perihal capres dan cawapres.

Dia mengatakan di samping perlu mengakomodasi kepentingan dari masing-masing partai anggota koalisi, posisi Ganjar juga bakal sulit untuk merebut tiket capres.

Jika memang KIB dan KIR memiliki kesepakatan yang sama, Ikhwan Arif memprediksi koalisi besar ini bakal berhadapan dengan Koalisi Perubahan dan PDIP yang mampu mengusung paket capres dan cawapres sendiri.(fri/jpnn)

Artikel ini juga sudah tayang di JPNN Papua dengan judul:

Jika KIR Gabung KIB, Ikhwan Arif: Posisi Ganjar Makin Sulit


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler