Iklim Persaingan Tidak Sehat, Penurunan Tarif Interkoneksi Sebaiknya Ditunda

Senin, 22 Agustus 2016 – 15:26 WIB
Menkominfo Rudiantara. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menunda rencana penurunan tarif interkoneksi operator selular di Indonesia. Pasalnya, persaingan antar operator seluler baik BUMN maupun swasta dengan mayoritas investor asing, semakin tidak sehat.

"Menkominfo hendaknya menunda rencana tersebut, sehingga tidak ada potensi kerugian negara seperti yang banyak diberitakan," kata Bobby di kompleks Parlemen Jakarta, Senin (22/8).

BACA JUGA: Optimasi Sistem Layanan Data 4G, Smartfren Minta Maaf

Dalam waktu dekat Komisi I akan meminta Kemenkominfo menjelaskan rencana penurunan biaya interkoneksi dalam 18 skema. Menurutnya, pemerintah harus bisa meyakinkan para anggota komisi bahwa rencana tersebut tidak akan mengurangi pendapatan negara di kemudian hari.

Sebab, lanjut dia, BUMN Telkom berargumen bahwa rencana ini akan berpotensi menimbulkan kerugian Rp 15 triliun per tahun, dan membuat operator non Telkom enggan memperluas jaringan infrastruktur baru. Di sisi lain persaingan dengan investor asing akan menjadi tidak kompetitif.

BACA JUGA: Ford Perkenalkan Mobil Kendali Otomotis Level 4

Karena itu, politikus Partai Golkar ini meminta Kemenkominfo menunda rencana memberlakukan penurunan tarif interkoneksi pada tanggal 1 September 2016 sampai 2018. Termasuk menjelaskan soal revisi sejumlah Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur masalah ini.(fat/jpnn)

BACA JUGA: Horas!!! Pesona Danau Toba Jadi Trending Topic

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siapkah Indonesia Melawan Penjajahan Informasi? Baca Dulu Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler