Iming-Iming Luhut untuk Pengusaha Singapura

Jumat, 10 Januari 2020 – 05:25 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menawarkan peluang investasi di sejumlah sektor, termasuk di ibu kota baru di Kalimantan Timur, kepada pengusaha Singapura.

Saat menjadi pembicara dalam acara The Pulse of Asia Conference 2020 yang diadakan Bank DBS di Singapura, Kamis (9/1), Luhut menyampaikan peluang investasi di sektor energi alternatif, perusahaan rintisan hingga rumah sakit.

BACA JUGA: Perjalanan Dinas Luhut dan Jajarannya Kena Pantau BPK

"Di ibu kota baru, Anda bisa menanamkan modal di sektor infrastruktur. Kami akan membuatnya sebagai kota hijau," kata Luhut.

Selain infrastruktur, kata Luhut, pengusaha Singapura juga bisa menanamkan modalnya untuk rumah sakit. Indonesia berencana membangun fasilitas yang lengkap dengan mendatangkan dokter terbaik.

BACA JUGA: Singapura Sangat Menghargai Kemampuan Jokowi Menjaga Stabilitas Indonesia

"Mungkin ada yang dari luar negeri sehingga bisa mengurangi jumlah orang Indonesia yang berobat ke sini," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Luhut mengatakan potensi investasi di sektor pendidikan juga terbuka lebar. Pasalnya, pemerintah ingin memperkecil jarak antara kualitas pendidikan di wilayah barat dan timur Indonesia. "UAE (Uni Emirat Arab) akan berinvestasi di sektor pendidikan," ujarnya.

BACA JUGA: OTT KPK Tanpa Seizin Dewan Pengawas, Mahfud MD Bilang Begini

Luhut mencontohkan, di Morowali ada universitas teknologi, salah satu yang terbaik di Indonesia. Universitas ini, kata Luhut, merupakan hasil kerja sama dengan universitas teknologi China. "Menteri Pendidikan kami yang berusia muda juga diharapkan dapat mengambil langkah inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia," katanya.

Luhut juga menjelaskan, pemerintah Indonesia saat ini sedang mengerjakan dua Undang-undang Omnibus, yaitu UU Penciptaan Lapangan Kerja dan Undang-Undang Omnibus tentang Perpajakan. Kedua UU akan diajukan ke DPR pada awal tahun ini.

"UU tersebut untuk menggantikan undang-undang sebelumnya yang berpotensi tumpang tindih dan menghambat investasi," katanya.

Selain langkah Omnibus Law, upaya meningkatkan investasi di Indonesia juga dilakukan dengan penerapan Online Single Submission (OSS).

"Dengan adanya OSS membuat kita mudah untuk menyelesaikan berbagai masalah. Perbaikan sistem dan alur kerja serta kemudahan perizinan dapat melancarkan laju investasi. Seluruh proses telah tersinergi lewat OSS," ujarnya.

Luhut mengakui pihaknya juga mendapat keluhan bahwa semua urusan di tingkat menteri tidak selalu dapat terealisasi dengan baik, karena para pegawai di bawah level menteri belum ikut membantu kelancarannya.

"Kami memang masih harus lebih memperbaiki kualitas pegawai kami, misalnya dengan melakukan renumerasi, dan lainnya. Tetapi jika Anda mendapatkan masalah, sampaikan kepada kami. Saya akan bantu menyelesaikannya," ujarnya.

Selain menghadiri forum bisnis, pada Kamis pagi, Luhut juga mengadakan pertemuan dengan Senior Minister Teo Chee Hean di Asian Civilisations Museum. Pertemuan yang berlangsung akrab itu membahas sejumlah isu kedua negara, termasuk soal ibu kota baru dan investasi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler